Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA pandemi Covid-19, sebagian masyarakat ragu pergi ke rumah sakit. Namun pada sejumlah kondisi, kita tak boleh menunda-nunda ke rumah sakit untuk berkonsultasi. Salah satunya ialah ketika mencurigai anak mengalami gejala kanker.
“Kanker anak dapat disembuhkan. Kuncinya, deteksi dan pengobatan dini. Jadi, jika orangtua curiga anak terkena kanker, jangan tunda ke rumah sakit. Yang penting, patuhi protokol pencegahan Covid-19,” ujar dokter spesialis anak konsultan hematologi onkologi dari FKUI/RSCM, Prof. dr. Djajadiman Gatot SpA(K), pada webinar "Pengenalan Dini Kanker pada Anak di Era Pandemi Covid-19" yang digelar Yayasan Ongkologi Anak Indonesia (YOAI), Sabtu (12/9).
Prof Djajadiman menjelaskan kanker bisa terjadi pada semua usia bahkan pada bayi baru lahir. Sekitar 2%-3% dari seluruh kasus kanker adalah kanker pada anak.
Angka kejadiannya 10-130 kasus per sejuta anak dengan kematian sekitar 10%. Sepertiga dari kasus kanker anak adalah jenis leukemia akut.
Selain leukemia, jenis kanker pada anak antara lain tumor otak, retinoblastoma (kanker mata), limfoma, neuroblastoma, tumor wilms (kanker ginjal), rabdomiosarkoma (kanker otot), dan kanker tulang,
Kanker pada bayi maupun anak kecil gejalanya sulit diketahui, karena mereka tidak dapat mengungkapkan keluhannya. Di sinilah pentingnya kewaspadaan orangtua untuk mengenali gejalanya untuk dikonsultasikan pada dokter. Apa saja yang perlu diwaspadai?
Prof Djajadiman menjelaskan, gejala kanker pada anak antara lain berat badan terus menurun tanpa sebab, sakit kepala terutama pagi hari dan kadang disertai muntah, bengkak atau nyeri menetap pada tulang, sendi, atau tungkai.
Lalu, ada benjolan di perut, leher, selangkangan, ketiak, yang terus membesar. “Saat memandikan anak, sesekali raba dan tekan area yang rentan terjadi benjolan untuk mendeteksi dini,” sarannya.
Gejala lain, timbul bercak biru di kulit atau perdarahan yang sebab. Anak sering infeksi/demam. Ada bintik putih di mata yang mengkilap, seperti mata kucing kena sinar di malam hari. Muntah dan mual terus menerus. Anak sering kelelahan, lemah, dan pucat. Anak pandangannya ganda atau kabur. “Bisa jadi karena ada tumor di kepala yang medesak saraf penglihatan,” kata Prof Djajadiman.
Jika orangtua curiga anaknya mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Menemukan gejala kanker di tahap dini memang sulit namun pengobatannya mudah. Sebaliknya, gejala di tahap lanjut mudah diketahui namun pengobatannya jauh lebih sulit.
“Kanker anak sangat potensial untuk disembuhkan jika diketahui sejak dini dan segera diobati,” tegas Prof Djajadiman.
Bisakah kanker pada anak dicegah? Menurut Prof Djajadiman, pencegahan sulit dilakukan karena penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. Diduga, karena mutasi genetik sejak lahir dan paparan lingkungan seperti radiasi, dan infeksi vis.
"Tidak ada bukti kanker anak diturunkan, kecuali retinoblastoma. Diketahui, anak-anak down syndrome lebih rentan terkena kanker dibanding anak biasa sehingga orangtua perlu lebih waspada," jelasnya.
Covid-19 dan Kanker
Terkait dengan Covid-19, menurut Prof Djajadiman, jika anak dicurigai kanker tetapi terjangkit Covid-19, maka obati dulu Covid-19-nya, dan kalau memungkinkan sambil menegakkan diagnosis kankernya.
Apabila anak yang sedang menjalani pengobatan kanker tertular Covid-19, pengobatan kankernya perlu dikurangi atau dihentikan sementara sampai sembuh dari Covid-19.
“Memang harus hati-hati, sebab pengobatan kanker seperti kemoterapi akan melemahkan sistem imun,” pungkas Prof. Djajadiman. (Nik/OL-09)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved