Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DATA Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 menunjukkan masih terdapat 19 juta orang yang masih melakukan buang air besar sembarangan di Indonesia dan berdampak buruk terhadap kualitas hidup masyarakat di Indonesia. Di sisi lain, akses sanitasi dan air minum masih sulit didapatkan masyarakat tidak mampu dan sangat miskin.
Kebutuhan akan air bersih itu merupakan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDG's) yang dicanangkan PBB. Salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi TPB itu ialah lewat zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Hal itu mengemuka dalam lokakarya pendayagunaan ZISWAF untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang air minum dan sanitas yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Amil Zakat Nasional di Jakarta, 26-27 Februari.
Komisioner Baznas Nana Mintarti mengatakan, lokakarya juga digelar untuk menjawab tantangan dalam pencapaian target pembangunan fasilitas air minum dan sanitasi serta arah kebijakan lembaganya dalam mendukung pencapaian target SDGs maupun hasil studi tentang ZISWAF sebagai alternatif pembayaran sanitasi.
"Konteks zakat yang diperuntukan bagi fakir miskin dan isu yang terkait dengan air dan sanitasi sangat berkaitan erat dengan kemiskinan, pastinya tidak salah jika Baznas juga harus berperan dalam hal ini," kata Nana dalam keterangan tertulisnya.
Nana mengatakan, Majelis Ulama Indonesia juga telah mengeluarkan fatwa yang medukung pemanfaatan ZISWAf untuk penyediaan akses sanitasi dan air minum bagi masyarakat miskin.
Baca juga : Industri dan Perguruan Tinggi Dukung Yogyakarta Wujudkan SDGs
Hal itu diyakini dapat meningkatkan derajat hidup para mustahiq (yang berhak menerima dana tersebut, khususnya masyarakat miskin) sehingga upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan pengentasan kemiskinan dapat lebih optimal ditengah keterbatan anggaran.
Bappenas mencatat, secara nasional dibutuhkan dana yang besar untuk penanganan akses air dan sanitasi ini yang diperkirakan sekitar Rp160,1 triliun berbagai skema pembiayaan baik anggaran pemerintah maupun non-pemerintah.
Kementerian PPN/Bappenas melalui Kelompok Kerja (Pokja) Nasional Perumahan, Permukiman, Air Minum dan Sanitasi (PPAS) terus mendorong sinergi antar pihak termasuk salah satunya dengan Lembaga Keagaamaan untuk pendayagunaan ZISWAF.
Dana ZISWAF berpotensi mencapai Rp421 triliun atau 3,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga berperan penting dalam penyediaan layanan air minum dan sanitasi layak dan aman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Kasubdit Sanitasi Direktorat Perkotaan Permukiman dan Perumahan, Kementerian PPN/Bappenas Laisa Wahanudin mengungkapkan. target nasional pada 2020-2024 sebanyak 100% rumah tangga memiliki akses air minum layak dan 90% rumah tangga memiliki akses sanitasi layak dan aman.
"Pencapaian target air minum dan sanitasi dalam RPJMN 2020-2024 akan mendukung percepatan pencapaian tujuan 6 dari TPB/SDGs, penurunan prevalensi anak stunting yang disebabkan kualitas air dan sanitasi buruk, serta mengamankan kualitas air minum," pungkasnya. (RO/OL-7)
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan sekitar 27% rumah di Kota Bandung Jawa Barat masih memiliki sanitasi yang tidak layak.
Dokter Tita mengungkap proses infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) pada anak, yang melibatkan organ paru-paru sebelum menetap di usus.
UPAYA menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus diperkuat melalui kegiatan edukasi dan peningkatan sarana sanitasi di lingkungan sekolah dasar.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Irma juga mengungkapkan hingga saat ini laporan masalah keracunan karena MBG sudah menurun drastis.
Program Beasiswa Cendekia Baznas merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI di luar negeri merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.
Baznas disebutnya juga akan fokus pada standardisasi ukuran keberhasilan program yang mengacu pada data statistik nasional seperti yang diterapkan oleh BPS.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan, penguatan kolaborasi antara Baznas dan LAZ menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat yang besar di Indonesia.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, RI memiliki potensi luar biasa menjadi pusat ekonomi syariah internasional.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved