Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) meminta pemerintah segera membuat undang-undang atau regulasi tentang Pajak Karbon karena berpotensi mengurangi dampak emisi C02.
Dalam keterangannya, Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Himawan Buchari mengungkapkan perlu adanya sikap pemerintah terkait bahaya C02 terhadap masa depan lingkungan di Indonesia.
Terlebih, lanjut Akbar, Indonesia juga terikat dengan Perjanjian Paris yang target penurunan emisi menjadi salah satu poin penting yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Badan Otonom F&B Hipmi Jaya Komitmen Dorong Pengembangan Industri Kuliner
"Saat ini, tren global mengarah pada kegiatan ekonomi yang lebih hijau sehingga kebijakan soal Pajak Karbon ini penting untuk dieksekusi secepatnya," ungkap Akbar, Senin (25/9).
Akbar juga menambahkan, ke depan, perlu adanya perbaikan teknologi dan sumber daya manusia sebagai penunjang implementasi dari kebijakan pemerintah terhadap masa depan lingkungan lewat regulasi yang tepat serta kompatibel.
“Saya melihat kebijakan untuk menerapkan pajak karbon dapat berkontribusi terhadap pencapaian tujuan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan tetap meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan secara bersamaan dapat melestarikan lingkungan,” tuturnya.
Baca juga: Project S TikTok Ancam UMKM, HIPMI Dorong Mendag Revisi Permendag No 50 Tahun 2020
Namun, menurut Akbar, upaya penurunan emisi CO2 harus memperhatikan aspek ekonomi, sehingga penerapan pajak karbon tidak berdampak pada menurunnya kinerja perekonomian di Indonesia. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Swedia dan beberapa negara lainnya yang dianggap sukses.
"Penerapan pajak karbon di Swedia terbukti mampu menurunkan emisi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bersamaan dengan perusahaan-perusahaan di Swedia berlomba-lomba menciptakan teknologi yang lebih efisien sehingga pemakaian energi dapat berkurang,” pungkas Akbar. (RO/Z-1)
Perjalanan hidup Ade Jona Prasetyo tidak dimulai dari kenyamanan, melainkan dari keterbatasan yang ditempa dengan kerja keras dan ketekunan.
Akademisi UI William menilai Anthony Leong memenuhi kriteria jujur, amanah, dan cerdas untuk memimpin Hipmi menghadapi tantangan digitalisasi global.
Industri kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
DINAMIKA menuju Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mulai menunjukkan intensitasnya.
Persaingan menuju kursi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2026-2029 semakin dinamis.
Ade Jona Prasetyo resmi mengantongi nomor urut 2 dalam kontestasi Calon Ketua Umum (Caketum) BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved