Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN diversifikasi pangan lokal menjadi salah satu strategi ketahanan pangan yang saat ini digaungkan Kementerian Pertanian (Kementan).
Strategi tersebut seringkali disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebagai cara bertindak (CB) dalam menghadapi pandemi, ancaman kekeringan, dan krisis pangan.
“Di dalam program Kementan seperti disampaikan Pak Mentan SYL dalam berbagai kesempatan, kita punya strategi atau cara bertindak," jelas Agung dalam webinar dengan tema 'Diversifikasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan' yang diselenggarakan The Indonesia Green Financial and Investment Institute (TIGFII) pada Kamis (2/7).
"Salah satunya adalah diversifikasi pangan adalah bagaimana kita tidak bergantung pada pangan tertentu khususnya beras. Kita punya kearifan lokal untuk diangkat sebagai komoditas alternatif pengganti beras,” ujar Agung.
Dalam kesempatan tersebut, Agung menjelaskan, ada banyak pangan lokal non-beras yang dapat dikembangkan dan mendiversifikasi beras sebagai sumber pangan pokok.
Gerakan diversifikasi pangan lokal pengganti beras karena padi paling rentan terhadap ancaman kekeringan, tanaman padi membutuhkan air yang cukup banyak. Sementara komoditas pangan lokal sumber karbohidrat membutuhkan air yang relatif sedikit.
Selain itu, produksi komoditas pangan lokal seperti ubi kayu, kentang, jagung, sagu, dan pisang lebih tinggi dari tingkat konsumsi.
“Artinya kita ada kesempatan besar untuk menaikkan konsumsi pangan lokal kita. Ini potensi yang bisa kita gali dan manfaatkan untuk diversifikasi pangan,” ujar Agung.
Agung menuturkan bahwa Kementan telah menyusun Roadmap Diversifikasi Pangan Sumber Karbohidirat Pengganti Beras 2020-2024. Roadmap tersebut mencakup hulu hingga hilir meliputi produksi, pasca panen, stok, pengolahan, dan pemasaran hingga pemanfaatan berupa edukasi ke masyarakat.
“Kita menargetkan dalam program diversifikasi pangan ini, lima tahun mendatang ada penurunan konsumsi beras kita sebesar 7%,” ungkap Agung.
Gerakan diversifikasi pangan yang digaungkan oleh Kementan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin dalam kesempatan yang sama menyatakan mendukung program-program ketahanan pangan untuk mewujudkan kedaulatan pangan,
“Kita dukung Kementan yang sudah mempunyai banyak program, kita ingin bangsa kita tidak bergantung pangan dari luar, artinya kita ingin mewujudkan kedaulatan pangan. Tentu kedaulatan pangan ini didukung pangan lokal, dan pangan lokal ini tentu kuncinya diversifikasi pangan kita,” ujar Andi Akmal Pasluddin.
Menurut legislator asal Sulawesi Selatan ini, pihaknya mendorong agar gerakan diversifikasi pangan ini dilakukan oleh semua pihak dari pusat hingga daerah, dengan melibatkan seluruh unsur seperti pemerintah dan masyarakat.
“Diversifikasi pangan ini harus menjadi program nasional kita, dari pusat sampai daerah betul-betul digerakkan, saya berharap pangan lokal ini menjadi gaya hidup kita,” tambah Akmal.
Dukungan juga disampaikan Sunny Reetz dari TIGFII. Dia mengemukakan bahwa Indonesia tidak bisa mengandalkan sistem produk pangan seperti di masa sebelum pandemi. Diversifikasi pangan sumber karbohidrat non beras menjadi keharusan dengan dukungan semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. (OL-09)
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
Politisi Fraksi PKS ini mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur fisik perkeretaapian di kawasan aglomerasi penting dilakukan.
DPR RI mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
Pemeintah resmi menggulirkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan pada minggu ini.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Program Lumbung Pangan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses panen raya, dengan potensi hasil mencapai 400 ton jagung.
SEBAGAI kabupaten terluas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas wilayah sekitar 7.000 kilometer persegi, potensi lahan di Kabupaten Sumba Timur belum tergarap maksimal.
Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan krisis.
Penanaman bibit jagung serentak ini, merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional, yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Tanaman jagung berasal dari wilayah Mexico dan kini dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Jagung adalah salah satu sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved