Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menjual sukuk ritel seri SR012 kepada investor individu Warga Negara Indonesia dengan tingkat imbalan/kupon sebesar 6,3% per tahun serta masa tenor selama tiga tahun.
Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (25/2), menyatakan masa penawaran SBR012 berlangsung sejak 24 Februari hingga 18 Maret 2020.
Sukuk ritel yang mempunyai tanggal jatuh tempo pada 10 Maret 2023 ini dapat dipesan oleh masyarakat dengan minimum sebesar Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar. Dalam program penjualan sukuk ritel sebelumnya, kalangan milenial banyak yang tertarik membeli produk investasi sukuk ritel ini.
Penerbitan SR012 ini dilakukan secara daring untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel, menyediakan alternatif investasi bagi masyarakat, mendukung keuangan inklusif, serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2020.
Pemesanan pembelian dapat disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan oleh 28 mitra distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.
Sebanyak 28 mitra distribusi tersebut antara lain PT. Bank Central Asia Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT. Bank Permata Tbk. Selain itu, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT. Bank Danamon Indonesia Tbk, PT. Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT. Bank Panin Tbk.
Selanjutnya, PT. Bank CIMB Niaga Tbk, PT. Bank DBS Indonesia, PT. Bank OCBC NISP Tbk, PT. Bank HSBC Indonesia, PT. Bank Commonwealth dan PT. Bank UOB Indonesia. Kemudian, PT. Bank Syariah Mandiri, PT. Bank BRISyariah Tbk, PT. Bank Muamalat Tbk, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT. Danareksa Sekuritas dan PT. Bahana Sekuritas.
Terakhir, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Sinarmas Sekuritas, PT. Bareksa Portal Investasi, PT. Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT. Nusantara Sejahtera Investama (Invisee), PT. Investree Radhika Jaya dan PT. Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).
Sebelumnya, pemerintah menyerap dana sebesar Rp21,17 triliun dari penjualan SR011 atau melebihi target indikatif pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp10 triliun.
Bank konvensional yang melakukan penjualan terbesar adalah PT Bank OCBC NISP sebesar Rp2,97 triliun, sedangkan untuk bank syariah adalah PT Bank Syariah Mandiri Rp412,8 miliar dan perusahaan sekuritas adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Rp993,52 miliar. (Ant/E-1)
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
Mulai dari kaset dianggap fosil hingga disket dikira ikon "Save" versi 3D, inilah kumpulan cerita kocak orangtua saat anak-anak mereka menemukan teknologi era 80-90an.
Milenial dan Gen Z Indonesia beralih ke multi-income stream dan pengelolaan uang real-time di tengah tekanan ekonomi. Simak perbandingan datanya di sini.
Riset Kaspersky mengungkap 90% Gen Z dan Milenial pilih simpan data digital. Simak tren penyimpanan data di Indonesia dan tips keamanan siber terbaru.
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
Berdasarkan data Bappenas, kebutuhan investasi infrastruktur nasional mencapai lebih dari Rp6.000 triliun, namun baru sekitar 40% yang bisa dibiayai lewat APBN dan APBD.
Pencatatan sukuk ini merupakan hasil dari konsistensi dan komitmen bank dalam menjawab tantangan industri perbankan syariah yang semakin kompetitif dan dinamis.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi.
Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk penguatan struktur permodalan dan ekspansi pembiayaan berbasis akad murabahah kepada nasabah pada segmen produktif dan konsumtif.
Perusahaan juga mencatat peningkatan signifikan dalam total nilai penjaminan emisi obligasi dan sukuk sebesar Rp14,6 triliun pada 2024.
Pasar obligasi Indonesia dipandang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Sejumlah sektor pun menawarkan potensi yang cerah untuk para investor, seperti asuransi dan dana pensiun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved