Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menemukan 689 reksa dana yang dimiliki oleh investor tunggal dengan dana kelolaan sebesar Rp190,82 triliun.
Data dari Direktorat Pengelolaan Investasi per 27 Agustus menunjukkan terdapat 2.158 reksa dana dengan dana kelolaan mencapai Rp536,52 triliun. Artinya, lebih dari seperempat jumlah reksa dana itu dikuasai investor tunggal.
Baca juga: Peningkatan Nilai Remitansi Bisa Bantu Atasi Masalah CAD
Dari 689 reksa dana yang dimiliki investor tunggal itu, 621 di antaranya merupakan reksa dana investor tunggal dengan portofolio investasi lebih dari 1 efek (non tunggal). Sedangkan, 68 lainnya adalah reksa dana yang dimiliki investor tunggal dengan portofolio tunggal (1 efek).
Menurut OJK, praktik pengelolaan reksa dana seperti itu berpotensi memperluas eksposur risiko dalam pengelolaan investasi. Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah, mengatakan bahwa reksa dana adalah instrumen investasi yang idealnya dimiliki banyak pihak sehingga terjamin keberlangsungannya.
"Kalau cuma dimiliki oleh seorang atau tunggal, maka risiko terhentinya instrumen ini menjadi tinggi," ujar Piter dalam pesan singkat kepada Media Indonesia, Rabu (11/9).
Namun, menurut Piter, hal tersebut bukanlah sebuah pelanggaran. "Sah-sah saja. Tentunya penerbit reksa dana memahami sekali kondisinya," katanya.
Di sisi lain, OJK akan melakukan peninjauan terkait masalah ini. "Selama peninjauan kembali, manajer investasi dilarang menerbitkan reksa dana yang ditujukan untuk melakukan pembelian Efek dari calon atau pemegang Unit Penyertaan dan/atau pihak terafiliasi dari calon atau pemegang Unit Penyertaan," pungkasnya. (OL-6)
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
Kemudahan akses investasi saat ini perlu dibarengi pemahaman yang cukup agar masyarakat tidak salah langkah.
Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan nasional kembali digencarkan melalui penyelenggaraan Road to Pekan Reksa Dana 2026 yang diinisiasi OJK, BEI dan pelaku industri pasar modal.
PT Maybank Asset Management Indonesia (PT MAM), perusahaan manajer investasi yang merupakan bagian dari Maybank Group, meluncurkan tiga produk reksa dana baru.
PT MAM, perusahaan manajer investasi yang merupakan bagian dari Maybank Group, meluncurkan tiga produk reksa dana baru yang akan dipasarkan melalui PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved