Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH heroik Como 1907 di ajang Coppa Italia harus terhenti di babak semifinal. Meski sempat unggul dua gol lebih dulu, tim asuhan Cesc Fabregas tersebut harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor tipis 2-3 pada laga leg kedua, Rabu (22/4/2026).
Kegagalan ini terasa menyakitkan karena skenario serupa terjadi saat kedua tim bertemu di Serie A pada 12 April lalu. Namun, alih-alih meratapi hasil, Fabregas justru memberikan apresiasi setinggi langit atas perkembangan pesat klub yang beberapa tahun lalu masih berada di kasta ketiga liga Italia tersebut.
Como tampil mengejutkan dan sempat memimpin 2-0 melalui gol Martin Baturina dan Lucas Da Cunha. Keunggulan ini membuat publik bermimpi melihat Como tampil di final Coppa Italia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Namun, momentum berubah setelah gol balasan Hakan Calhanoglu pada menit ke-69.
Inter Milan akhirnya membalikkan keadaan melalui brace Calhanoglu dan satu gol dari Petar Sucic, yang memastikan kemenangan Nerazzurri baik di laga malam itu maupun secara agregat.
Dalam wawancara usai pertandingan, Fabregas menekankan dirinya tidak bisa marah atas kekalahan tersebut mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui klub.
"Pertandingan berubah setelah gol 2-1, tapi sebelumnya kami punya peluang lewat Diao untuk unggul 3-1 saat situasi satu lawan satu. Itu bisa saja mengubah arah pertandingan," ujar Fabregas kepada Sport Mediaset.
Legenda Spanyol ini mengingatkan Como adalah klub yang bangkrut pada 2017 dan masih di Serie C hingga 2021. Menurutnya, bisa memberikan perlawanan sengit kepada finalis Liga Champions musim lalu adalah pencapaian luar biasa.
"Saya tahu dari mana kami memulai perjalanan ini dua setengah tahun lalu. Sekarang kami menantang masuk ke Final Coppa Italia dan hampir mengalahkan Inter dua kali dalam beberapa pekan. Ini semua sangat indah, tapi saya tahu dari mana kami berasal," tambahnya.
Fabregas mengakui ada perbedaan kelas yang nyata antara skuatnya dengan Inter Milan yang diisi oleh para pemain veteran dan langganan tim nasional. Ia menyoroti efektivitas di kotak penalti sebagai pembeda utama.
"Apakah kami berada di level yang sama dengan Inter? Tidak, tapi kami sudah dekat. Kami hanya tidak cukup kuat di kedua area penalti. Saya telah banyak menang dan kalah dalam karier saya, jadi saya tahu ini adalah bagian dari proses," jelas eks kapten Arsenal tersebut.
Ia juga menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen klub terhadap pemain muda, di mana Como merupakan salah satu tim dengan jumlah pemain U-23 terbanyak di Eropa. Bagi Fabregas, kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan fondasi untuk terus bertumbuh di masa depan. (Football-Italia/Z-2)
Simak preview lengkap Genoa vs Como di Serie A. Analisis kekuatan, prediksi susunan pemain, dan statistik kunci kedua tim di Stadion Luigi Ferraris.
Drama di San Siro! Petar Sucic jadi pahlawan kemenangan Inter Milan atas Como. Simak komentar sang gelandang soal mentalitas pantang menyerah Inter.
Como vs Inter berakhir dramatis 4-3. Chivu menilai gol pertama Inter jadi titik balik comeback, saat Thuram dan Dumfries membungkam tuan rumah.
Como 1907 hadapi ujian berat kontra pemuncak klasemen Inter Milan di pekan ke-32 Serie A. Mampukah tim milik pengusaha Indonesia bertahan di empat besar klasemen?
Como mengheningkan cipta mengenang salah satu pemilik klub Michael Hartono, sebelum melawan Pisa di Stadio Giuseppe Sinigaglia.
Inter Milan memimpin klasemen Serie A 2025/2026 dengan 79 poin. Napoli memangkas jarak, sementara Como mengejutkan dengan menembus posisi lima besar.
Inter Milan ditahan imbang Torino 2-2 dalam lanjutan Serie A. Meski sempat unggul dua gol, skuat Christian Chivu gagal bawa pulang poin penuh.
Prediksi Torino vs Inter Milan di Serie A. Simak analisis kekuatan, head-to-head, dan perkiraan susunan pemain kedua tim di sini.
Lazio melaju ke final Coppa Italia 2026 untuk menantang Inter Milan setelah menang adu penalti dramatis atas Atalanta berkat aksi heroik Edoardo Motta.
BEBERAPA pemain Inter Milan yang tidak disebutkan namanya dilaporkan termasuk di antara para bintang Serie A yang terlibat dalam skandal jaringan prostitusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved