Inter Milan vs Como, Cesc Fabregas: Como Dekati Level Inter Milan Meski Gagal ke Final Coppa Italia

Thalatie K Yani
22/4/2026 05:24
Inter Milan vs Como, Cesc Fabregas: Como Dekati Level Inter Milan Meski Gagal ke Final Coppa Italia
Sempat unggul 2-0, Como 1907 harus mengakui keunggulan Inter Milan 2-3 di semifinal Coppa Italia. Cesc Fabregas tetap bangga dengan progres pesat timnya.(Como 1907)

LANGKAH heroik Como 1907 di ajang Coppa Italia harus terhenti di babak semifinal. Meski sempat unggul dua gol lebih dulu, tim asuhan Cesc Fabregas tersebut harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor tipis 2-3 pada laga leg kedua, Rabu (22/4/2026).

Kegagalan ini terasa menyakitkan karena skenario serupa terjadi saat kedua tim bertemu di Serie A pada 12 April lalu. Namun, alih-alih meratapi hasil, Fabregas justru memberikan apresiasi setinggi langit atas perkembangan pesat klub yang beberapa tahun lalu masih berada di kasta ketiga liga Italia tersebut.

Dominasi yang Terlepas

Como tampil mengejutkan dan sempat memimpin 2-0 melalui gol Martin Baturina dan Lucas Da Cunha. Keunggulan ini membuat publik bermimpi melihat Como tampil di final Coppa Italia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Namun, momentum berubah setelah gol balasan Hakan Calhanoglu pada menit ke-69.

Inter Milan akhirnya membalikkan keadaan melalui brace Calhanoglu dan satu gol dari Petar Sucic, yang memastikan kemenangan Nerazzurri baik di laga malam itu maupun secara agregat.

Pernyataan Cesc Fabregas

Dalam wawancara usai pertandingan, Fabregas menekankan dirinya tidak bisa marah atas kekalahan tersebut mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui klub.

"Pertandingan berubah setelah gol 2-1, tapi sebelumnya kami punya peluang lewat Diao untuk unggul 3-1 saat situasi satu lawan satu. Itu bisa saja mengubah arah pertandingan," ujar Fabregas kepada Sport Mediaset.

Legenda Spanyol ini mengingatkan Como adalah klub yang bangkrut pada 2017 dan masih di Serie C hingga 2021. Menurutnya, bisa memberikan perlawanan sengit kepada finalis Liga Champions musim lalu adalah pencapaian luar biasa.

"Saya tahu dari mana kami memulai perjalanan ini dua setengah tahun lalu. Sekarang kami menantang masuk ke Final Coppa Italia dan hampir mengalahkan Inter dua kali dalam beberapa pekan. Ini semua sangat indah, tapi saya tahu dari mana kami berasal," tambahnya.

Proses Menuju Level Elite

Fabregas mengakui ada perbedaan kelas yang nyata antara skuatnya dengan Inter Milan yang diisi oleh para pemain veteran dan langganan tim nasional. Ia menyoroti efektivitas di kotak penalti sebagai pembeda utama.

"Apakah kami berada di level yang sama dengan Inter? Tidak, tapi kami sudah dekat. Kami hanya tidak cukup kuat di kedua area penalti. Saya telah banyak menang dan kalah dalam karier saya, jadi saya tahu ini adalah bagian dari proses," jelas eks kapten Arsenal tersebut.

Ia juga menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen klub terhadap pemain muda, di mana Como merupakan salah satu tim dengan jumlah pemain U-23 terbanyak di Eropa. Bagi Fabregas, kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan fondasi untuk terus bertumbuh di masa depan. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya