Geruduk Bandung Jadi yang Terakhir

08/1/2017 07:00
Geruduk Bandung Jadi yang Terakhir
(MI/BAYU ANGGORO)

KAWASAN Jalan Pajajaran di Kota Bandung berubah menjadi layaknya miniatur Kota Surabaya karena ribuan pendukung Persebaya Surabaya (bonek) memenuhi GOR Pajajaran, lengkap dengan atribut tim berjuluk 'Bajul Ijo' itu.

Hampir setiap sudut gelanggang olahraga tersebut dipasangi atribut Persebaya, mulai bendera hingga spanduk berukuran besar. GOR itu berubah bagaikan tempat pengungsian, menjadi tempat peristirahatan bonek selama di Bandung.

Tanpa memikirkan alas dan kenyamanan lain seperti di rumah, mereka melepas lelah setelah menempuh perjalanan sekitar 800 kilometer dari ujung timur Pulau Jawa. Para pecinta sepak bola asal Kota Pahlawan itu tiba di Bandung secara bertahap, Kamis (6/1) malam.

Dengan menggunakan berbagai moda transportasi, mereka nekat menyambangi Bandung. Seperti dialami Toni, 25, bersama lima rekannya.

Warga Wonorungkut, Surabaya, itu rela meninggalkan aktivitas di kampung halaman demi memperjuangkan nasib klubnya. Dia mengaku bersemangat datang ke Bandung meski tahu tidak bisa menyaksikan kongres PSSI secara langsung.

"Kami ke sini agar PSSI membolehkan Persebaya bermain lagi," katanya. Menurut dia, dua-lisme kepengurusan yang sempat terjadi di tubuh klub kesayangannya itu terasa pahit.

"Semoga ini jadi yang terakhir, persoalannya tuntas pada kong-res ini," kata Andi Peci, pentolan bonek. Aksi itu merupakan Aksi Geruduk Bandung yang merupakan lanjutan dari Geruduk Jakarta.

Bonek bersama pendukung Persib Bandung Viking berencana menggelar doa bersama, hari ini. Namun, di Subang dilaporkan, dua bonek meninggal dan lima lainnya harus dirawat secara intensif. Rombongan bonek itu menuju Bandung. Menurut keterangan Twitter @RadioElshinta, korban diduga overdosis akibat menenggak minuman keras. BY/Sat/R-1



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya