Kemenpora Talangi Hadiah Turnamen Piala Kemerdekaan

Satria Sakti Utama
23/10/2015 00:00
Kemenpora Talangi Hadiah Turnamen Piala Kemerdekaan
(ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)
TURNAMEN Piala Kemerdekaan sudah lama berakhir.

Namun, turnamen yang disupervisi Tim Transisi itu masih meninggalkan cerita miring.

Pasalnya, sampai kini tim juara turnamen tersebut belum juga mendapat hadiah yang dijanjikan.

Tidak tanggung-tanggung, nilai total hadiah berupa uang yang mencapai Rp3,5 miliar itu belum mampu dibayarkan oleh promotor pertandingan.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun akhirnya turun tangan.

Dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terpaksa digelontorkan untuk menalangi kewajiban tersebut.

Menurut Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto, langkah Kemenpora itu tidak menyalahi aturan perundang-undangan.

Pria yang sempat menjadi pejabat teras di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) itu berpegang teguh pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pembendaharaan Negara.

Dalam pasal itu disebutkan bahwa setiap pejabat dilarang melakukan tindakan yang berakibat pengeluaran atas beban APBN/APBD jika anggaran untuk membiayai pengeluaran tersebut tidak tersedia atau tidak cukup tersedia.

"Iya benar, tidak menyalahi aturan karena jumlahnya kan tidak terlalu signifikan. Secara yuridis, tidak ada aturan yang melarang terkait dengan pemberian hadiah berupa uang untuk suatu kegiatan kementerian dari APBN. Indikatornya ialah ketersediaan dari APBN untuk dianggarkan," tutur Gatot di Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, Kemenpora sebagai penggagas turnamen merasa bertanggung jawab untuk menutupi segala kekuarangan.

"Pemberian hadiah menjadi tugas kementerian termasuk kegiatan turnamen oleh Tim Transisi yang mendapat mandat langsung untuk melaksanakan tugas atau kegiatan dari Kemenpora," tukas Gatot.

Hari ini
Menurut rencana, pelunasan tunggakan hadiah Piala Kemerdekaan akan dilakukan hari ini (Jumat, 23/10).

Hal itu sesuai dengan pengakuan Manajer PSMS Medan Andri Maahyar yang telah diundang oleh Tim Transisi untuk datang ke Jakarta.

"Kami diundang Tim Transisi untuk ke Jakarta, besok. Untuk membicarakan soal hadiah, tentu kami akan datang. Kebetulan pemain menanyakan itu. Janjinya sih memang Jumat ini setelah janji dua minggu seusai turnamen tidak jadi diberikan," jelas Andri.

Gelar Piala Kemerdekaan direbut oleh PSMS Medan.

Tim berjuluk 'Ayam Kinantan' itu sukses mengalahkan Persinga Ngawi dengan skor 2-1 pada partai final yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, 13 September silam.

PSMS Medan pun berhak mendapatkan hadiah uang senilai Rp1,5 miliar.

Turnamen Piala Kemerdekaan diikuti oleh tim-tim Divisi Utama itu.

Turnamen yang berlangsung pada 15 Agustus sampai 5 September silam itu dipromotori oleh Cataluna Sportindo. (R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya