GOL telat Olivier Giroud dan Mesut Oezil di Emirates, kemarin dini hari, memperpanjang napas Arsenal di Liga Champions. Meskipun demikian, kemenangan 2-0 atas Bayern Muenchen belum membuat mereka aman karena masih terbenam di dasar klasemen Grup F. Tiga poin itu merupakan angka pertama yang dibukukan 'Meriam London' setelah di dua laga sebelumnya kalah dari Dinamo Zagreb dan Olympiakos. Sebaliknya Muenchen masih kukuh di puncak klasemen sementara dan akan menjamu Arsenal di Allianz-Arena pada 4 November mendatang.
Pelatih Arsene Wenger tidak menampik bahwa perjalanan timnya masih panjang setelah ini. Namun, kemenangan tersebut membuat semua elemen klub percaya bahwa lolos ke 16 besar untuk kali ke-16 beruntun tahun ini bukanlah hal mustahil. "Kemenangan ini dapat menebalkan kepercayaan kami dan orang-orang di sekitar. Merupakan hal yang penting untuk tampil sama bagusnya di lini depan dan belakang," kata 'sang Profesor'--julukan Wenger. Kedisiplinan para pemain Arsenal dalam melakukan serangan balik memang menjadi kunci mengingat Muenchen menguasai 70% bola di babak kedua.
Giroud yang baru turun di menit 74 menggantikan Theo Walcott langsung menceploskan bola 3 menit kemudian sebelum Oezil menggandakan skor di 4 menit memasuki perpanjangan waktu. Bagi Muenchen, satu-satunya kendala yang membuat mereka buntu ialah kehadiran Petr Cech di bawah mistar tuan rumah. Eks penjaga gawang Chelsea itu setidaknya mementahkan peluang emas Thiago Alcantara dan Robert Lewandowski ketika kedudukan masih 0-0. "Kadang kami sangat mudah mencetak gol, kadang kami banyak menciptakan peluang, tapi tidak mencetak gol," ujar pelatih Muenchen Pep Guardiola.
Pelatih yang disebut bakal menangani Manchester City musim depan tersebut menolak menyalahkan sapuan tak bersih Manuel Neuer sebagai biang kerok. Apalagi, kiper timnas Jerman itu membuat penyelamatan gemilang di paruh pertama atas sundulan Walcott. "Saya tidak ingin mengkritik pemain secara individu, kami kalah bukan karena Neuer," tandasnya. Tidak normal Di Bay Arena, pelatih Bayer Leverkusen Roger Schmidt menilai timnya baru saja melalui laga yang abnormal dengan ditahan imbang 4-4 oleh AS Roma. Unggul 2-0 lebih dulu, tuan rumah berbalik tertinggal 2-4 sebelum kembali menyarangkan dua gol di 6 menit terakhir. Di awal laga, Leverkusen sepertinya bakal menang mudah atas tamunya dari Italia itu lewat dua gol Javier 'Chicharito' Hernandez (4' dan 19').
Namun, I Giallorossi balik mengaum dengan menyarangkan empat gol beruntun lewat Daniele De Rossi (29' dan 38'), Miralem Pjanic (54'), dan Iago Falque (73'). Untungnya, Kevin Kampl dan Admir Mehmedi menyelamatkan timnya dari kekalahan di menit ke-84 dan 86. Schmidt menyebut pasukannya sempat terbuai dengan keunggulan cepat sehingga kemudian bermain pasif meski seperti terbangun kembali jelang laga usai.
"Ini bukan pertandingan sepak bola yang normal. Jika kami bisa menang 5-4, itu akan lebih gila lagi," ujarnya. Hasil tersebut membuat Leverkusen tak bergerak di posisi kedua dengan nilai 4, sedangkan AS Roma masih berkutat di dasar papan Grup E. Adapun puncak klasemen dikuasai sendirian oleh Barcelona yang menang 2-0 atas BATE Borisov lewat dua gol Ivan Rakitic. "Cukup sulit mengalirkan bola ke striker kami. Beruntung pada akhirnya kami bisa menang," tukas pelatih Barca Luis Enrique.