Jaga Gairah Sepak Bola

Satria Sakti Utama
19/10/2015 00:00
Jaga Gairah Sepak Bola
(MI/PANCA SYURKANI)
PIALA Presiden 2015 berakhir tadi malam yang ditandai dengan keberhasilan Persib Bandung menjadi kampiun seusai menghajar Sriwijaya FC 2-0 di final.

Turnamen serupa atau kompetisi harus terus dihidupkan untuk menjaga gairah sepak bola yang sempat redup sejak PSSI dibekukan.

Piala Presiden yang digelar Mahaka Sports and Entertainment merupakan salah satu turnamen yang berlangsung setelah pemerintah tak mengakui PSSI semenjak 17 April dan FIFA kemudian mem-banned PSSI pada 30 Mei silam.

Sebelumnya, Tim Transisi bentukan Menpora Imam Nahrawi menghelat Piala Kemerdekaan.

Belum jelas sampai kapan sepak bola nasional bisa kembali normal.

Yang pasti, turnamen-sejenis dibutuhkan agar klub, pemain, suporter, dan semua pihak yang bersinggungan dengan si kulit bundar tetap bergairah.

Gairah itu pula yang tampak menggelora di partai pamungkas Piala Presiden.

Sekretaris klub Sriwijaya FC, Faisal Mursyid, mengatakan manajemen butuh turnamen atau kompetisi yang jelas sehingga punya kepastian dalam mengelola klub.

Tanpa kepastian itu, sejumlah tim memilih meliburkan pemain.

"Klub kan butuh kompetisi dan pertandingan. Pemain dan pelatih, semua juga butuh itu untuk kembali menggerakkan sepak bola ini," ujar Faisal.

Hal yang sama diutarakan Manajer Arema Cronus, Ruddy Widodo.

Beruntung, klub peringkat tiga Piala Presiden itu bakal melakoni dua laga ekshibisi dengan Martapura FC dan Persis Solo.

"Namun, setelah itu ya tidak tahu nanti, susah juga kita. Kita berharap agar kompetisi (Indonesia Super League) dapat berjalan lagi. Namun, kalau memang tidak ada, ya saya berharap ada kompetisi lain yang bisa kita ikuti," tutur Ruddy.

Menpora berusaha terus mendorong pihak-pihak lain untuk menggelar turnamen.

Soal kompetisi, ia mengatakan baru akan digelar lagi setelah Kongres FIFA, 26 Februari 2016.

"Yang pasti kita terus mendorong agar semakin banyak operator yang melaksanakan turnamen dengan label piala yang lain dan diikuti oleh semua klub tanpa melihat kasta," jelasnya lewat pesan singkat.

Menurut Sekjen Badan Olahraga Profesional Indonesia Heru Nugroho, pasca-Piala Presiden, paling tidak ada empat promotor yang telah mengajukan diri untuk menggelar turnamen.

Salah satunya ialah Marahalim Cup, tetapi belum dapat dipastikan jumlah peserta dan jadwalnya.

Persib juara

Walaupun sempat dihantui kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan akibat perseteruan panjang antara suporter Persija Jakarta (Jakmania) dan pendukung Persib, final Piala Presiden berlangsung lancar.

Memang terjadi sejumlah insiden dan 700 orang lebih yang diduga terlibat kerusuhan diamankan. Namun, secara umum pertandingan aman dan penuh gairah.

Presiden Joko Widodo dan sekitar 70 ribu penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, menjadi saksi permainan memesona yang diperagakan Persib dan Sriwijaya.

Persib unggul cepat di menit ke-7 berkat tendangan bebas Ahmad Jupriyanto, kemudian dimantapkan pada menit 45 lewat Konate Makan.

Sebagai juara, Persib berhak atas hadiah uang Rp3 miliar, sedangkan 'Laskar Wong Kito' mengantongi Rp2 miliar.

"Ini kemenangan yang luar biasa dan mengingatkan Persib pada masa-masa jaya dulu," ujar arsitek Persib, Djajang Nurjaman.

Presiden memastikan sepak bola nasional akan terus menggeliat.

"Selanjutnya pertengahan November akan ada turnamen baru lagi, tapi nanti yang ngomong bukan saya. Klub tak perlu khawatir mengenai kelanjutan persepakbolaan kita," tandas Jokowi. (Wib/Cah/Nel/DG/BB/Ant/X-9)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya