Pangkostrad Pantang Surut untuk Pimpin PSSI

Sat/Rul/R-1
29/10/2016 05:25
Pangkostrad Pantang Surut untuk Pimpin PSSI
(ANTARA/Rivan Awal Lingga)

PANGLIMA Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Edy Rahmayadi berkukuh melaju ke pertarungan menuju PSSI 1 pada 10 November mendatang di Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyentil sejumlah aparatur negara yang berbondong-bondong mencari kegiatan sambilan sebagai pengurus organisasi olahraga di Indonesia.

Dalam Pasal 47 Ayat 1 UU 34/2004 tentang TNI ditegaskan prajurit militer aktif dilarang mengisi jabatan sipil. TNI harus mundur dari kemiliteran apabila menduduki jabatan sipil. Namun, aturan itu tidak menjelaskan lebih lanjut jabatan publik seperti apa yang dimaksud. Walhasil, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga menjadi Ketua PB Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki).

"Di Indonesia mengenal regulasi, mengenal hukum. Kalau hukum tidak memperbolehkan, ya tidak akan saya ikuti, tapi kalau hanya isu, bisa saja 1.000 isu keluar di Indonesia," jelas Edy di Jakarta, kemarin.

Dalam menanggapi sikap perwira tinggi TNI asal Aceh itu, Menpora yang ditemui dalam acara perayaan Hari Sumpah Pemuda di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menyerahkan segala keputusan kepada pemilih atau pemilik hak suara PSSI. "Silakan itu hak voters untuk memilih. Saya tidak menyebut orang atau cabang olahraga tertentu, tapi sebaiknya mengurus olahraga itu sepenuh hari dan sepenuh waktu serta cinta olahraga," tukas Imam.

Soal kesulitan PSSI mencari tempat menggelar kongres PSSI, Menpora menyodorkan pandangan. "Sejauh ini belum mendapat surat apa pun baik rekomendasi pelaksanaan maupun permintaan memfasilitasi. Kedua, kami tidak punya hotel, tapi kami hanya punya tempat pelatihan Cibubur yang punya tempat sidang untuk 3.000 orang. Kalau berkenan akan kami fasilitasi," imbuh Imam.

Di Jakarta, kemarin, delapan calon komite eksekutif PSSI menyatakan kabinet organisasi sepak bola nasional harus berisi orang-orang baru yang berniat memajukan sepak bola Indonesia.

Mereka menamai diri sebagai Komite Eksekutif Reformasi PSSI, yakni Cheppy T Wartono, Yesayas Oktavianus, Eva Dwiana, Sihar Sitorus, Dede Sulaiman, Fary Francis, Bob Hippy, dan Agustian Sabran. Dengan mengklaim memiliki 30 suara dukungan, mereka bakal mendukung ketua umum terpilih. Tujuannya, seperti diungkapkan Cheppy, mewujudkan reformasi total di tubuh PSSI.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya