Momentum Kebangkitan Juventus

Ghani Nurcahyadi
26/10/2016 08:50
Momentum Kebangkitan Juventus
(AFP/MARCO BERTORELLO)

KEKALAHAN dari AC Milan awal pekan ini, yang merupakan kekalahan kedua di Seri A musim ini, menjadi peringatan bagi Juventus. Meski masih berada di puncak klasemen dengan koleksi 21 poin, 'si Nyonya Tua' mesti segera menghilangkan momentum negatif tersebut.

Terlebih anak asuh Massimilliano Allegri itu hanya unggul 2 poin dari Roma dan Milan yang menjadi pesaing terdekat. Laga pekan ke-10 saat menjamu Sampdoria di Juventus Stadium Kamis (27/10) dini hari nanti menjadi kesempatan untuk bisa mendapatkan kembali momentum positif yang terputus di San Siro.

Namun, laga melawan Sampdoria dipastikan tidak akan mudah mengingat Blucerchiati baru saja merebut kemenangan pada derbi Della Lanterna atas Genoa akhir pekan lalu. Keunggulan 2-1 atas Genoa merupakan kemenangan pertama anak asuh Marco Giampolo itu sejak Agustus lalu. Namun, Juventus memiliki statistik bagus musim ini di Seri A jika tampil di kandang. Gianluigi Buffon dan kawan-kawan belum sekali pun menelan kekalahan di hadapan publik Turin.

'Si Nyonya Tua' juga akan kembali diperkuat gelandang Kwadwo Asamoah dan bek Giorgio Chiellini yang baru pulih dari cedera. Namun, Juventus harus kehilangan salah satu juru gedornya, Paulo Dybala, yang mengalami cedera paha ringan seusai melawat ke San Siro. Gelandang sayap asal Ukraina, Marko Pjaca, juga masih diragukan bisa tampil.

Di kubu Sampdoria, kiper utama Emiliano Viviano masih meneruskan pemulihannya. Posisinya tetap dipegang Chritian Puggioni yang ikut membawa Blucerchiati menang 2-1 dari Genoa.

"Saya rasa mereka datang ke tempat kami dan tidak ingin menyerah terhadap permainan kami. Mereka akan mencoba untuk mengalahkan kami dalam permainan terbuka karena pemain mereka bagus dalam hal itu. Ada (Luis) Muriel dan (Fabio) Quagliarella yang sudah dikenal fan kami. Mereka tim yang bagus," kata gelandang Juventus, Stefano Sturaro.


Masalah pertahanan

Di laga lain, momentum bagus Sassuollo yang kini hanya 2 poin terpaut dari zona Eropa akan diuji AS Roma di Stadion Mapei. Satu persoalan yang perlu dibereskan anak asuh Eusebio Di Francesco ialah barisan pertahanan yang rapuh. Mereka telah 14 kali kebobolan dari sembilan pertandingan di Seri A.

Sebaliknya Giallorossi saat ini merupakan tim yang paling produktif dengan 23 gol. Catatan historis juga lebih menguntungkan anak asuh Luciano Spalletti yang tidak pernah kalah dari Sassuollo sejak klub itu promosi ke Seri A pada 2013.

"Roma punya kualitas mumpuni. Kekuatan kami ialah mengalirkan bola secara cepat ketika menyerang. Mereka menyerang dengan hampir semua pemain yang meninggalkan ruang bagi kami melakukan serangan balik, kami bagus dalam hal itu. Saya punya barisan pemain muda yang ingin terus berkembang," kata Di Francesco.

Semangat yang sama pun melingkupi skuat 'Serigala Roma'. Tiga kemenangan beruntun memacu semangat Francesco Totti dkk untuk mengejar Juventus di puncak klasemen. "Semakin sering menang, permainan pun akan semakin baik dan kepercayaan diri pun akan semakin bertambah," kata gelandang Roma, Leandro Paredes. (FootballItalia/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya