De Gea Pahlawan Setan Merah

Satria Sakti Utama
19/10/2016 08:50
De Gea Pahlawan Setan Merah
(AFP/PAUL ELLIS)

MANCHESTER United wajib berterima kasih kepada penjaga gawang David de Gea seusai menahan imbang 0-0 tuan rumah Liverpool dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Anfield, Selasa (18/19). Setidaknya dua penyelamatan penting dilakukan kiper timnas Spanyol itu di babak kedua.

Tendangan jarak dekat Emre Can pada menit ke-59 menjadi aksi brilian pertama eks kiper Atletico Madrid itu. Di dalam kotak penalti, gelandang asal Jerman itu berhasil mengarahkan bola menyusur tanah ke tiang jauh. Refleks De Gea menjawabnya dengan menjatuhkan diri dan menghentikan bola dengan tangan kanan, sebelum dibuang Antonio Valencia.

Penyelamatan kedua tidak kalah mengagumkan saat kiper berusia 23 tahun itu menepis tendangan melengkung khas milik Philippe Coutinho, 12 menit kemudian. De Gea terbang ke kiri gawangnya untuk menjangkau bola dengan tangan kanan. Walhasil, bola yang tercatat berkecepatan 95 km per jam itu melebar tipis di samping tiang gawang dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp mengakui De Gea membuat dua kali penyelamatan brilian untuk menghapus harapan mencetak gol. "Itulah bagaimana dia bermain di Liverpool. Musim lalu dia melakukan hal yang sama. Dia tentu menyukai setiap laga melawan Liverpool karenanya.

" Tambahan satu poin tentu bukan pencapaian yang memuaskan bagi Klopp yang tengah mengejar posisi tiga besar. Apalagi Roberto Firmino dkk praktis mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 62%. Namun, skema 'parkir bus' yang diinstruksikan Jose Mourinho membuat dominasi tersebut seakan tidak berarti.

Terlepas dari dua sepakan on target yang dimentahkan De Gea, lini depan Liverpool seakan kehilangan taji. Padahal, Liverpool mengukir rekor 22 gol di tujuh laga terakhir.


Mou membela diri

Banyak pihak yang melemparkan kritik kepada pelatih Manchester United Jose Mourinho yang memilih mengamankan satu poin.

Keputusan tersebut membuat potensi penyerang kelas satu seperti Zlatan Ibrahimovic akhirnya tidak maksimal. Penguasaan bola yang hanya 38% pun menjadi rekor terburuk yang pernah dicetak Opta sejak mulai merekam statistik pada musim 2003/2004 silam.

Strategi 'parkir bus' seakan menjadi pilihan Mourinho. Strategi itu sempat mengantarkan sejumlah tim yang ditanganinya berjaya. Inter Milan menjadi salah satu contoh nyata, saat sukses meraih tiga gelar musim 2009/2010 termasuk titel Liga Champions Eropa.

"Musim lalu United menang di sini, setelah Liverpool punya 14 tembakan dan United hanya satu. Sekarang mereka hanya memiliki dua tendangan ke arah gawang dengan 62% penguasaan bola? Anda seharusnya mengkritik mereka, bukan kami," kilah Mou--sapaan Mourinho. (Goal/AFP/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya