Lacazette Menjadi Ujian Lini Belakang Juventus

Satria Sakti Utama
18/10/2016 02:50
Lacazette Menjadi Ujian Lini Belakang Juventus
(AP Photo/Laurent Cipriani)

KEHILANGAN striker karismatik Alexandre Lacazette selama lima pekan akibat cedera membuat Olympique Lyon babak belur. Mereka dipaksa menelan tiga kekalahan dalam lima laga terakhir, termasuk 0-2 dari Nice di Ligue 1, akhir pekan lalu. Meskipun demikian, klub berjuluk Les Gones itu bisa bernapas lega karena partai kontra Nice menandai kembalinya Lacazette. Penyerang berusia 25 tahun itu bisa diturunkan saat Lyon menjamu Juventus dalam matchday 3 Grup H Liga Champions, dini hari nanti. "Kami berada dalam situasi sulit. Kami harus cepat memulihkan diri karena masih harus kerja keras di pertandingan berikutnya," kata kiper Lyon, Anthony Lopes, seusai duel dengan Nice.

Tanpa Lacazette, tim besutan Bruno Genesio itu memang gagal mencetak gol dalam tiga dari empat laga beruntun mereka di semua kompetisi.
Pemain bernomor punggung 10 tersebut merupakan pencetak gol terbanyak sementara klub dengan 6 gol meski semuanya dibukukan di liga domestik.
Lacazette bisa menjadi ancaman serius bagi I Bianconeri yang tampaknya tak bisa tampil tanpa bek Giorgio Chiellini. Tandem Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli itu tidak dimainkan saat mereka menang 2-1 atas Udinese di Seri A karena cedera paha di sesi latihan.

Walupun demikian, pihak klub mengonfirmasi bahwa cedera pemain timnas Italia itu tidak akan panjang. Pelatih Massimiliano Allegri pun tidak panik karena ia bisa memainkan Medhi Benatia, seperti yang dilakukannya di pertandingan melawan Udinese. "Kehilangan pemain itu hal yang biasa. Justru mental kami diuji dengan situasi seperti ini," kata Allegri. Di Grup H, Juve tengah menguasai tabel sementara berkat kemenangan telak 4-0 atas Dinamo Zagreb. Hasil itu menunjukkan bahwa Allegri telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya setelah bermain tanpa gol dengan Sevilla di laga pembuka. Sebaliknya, Lyon harus bangkit setelah ditekuk Sevilla 0-1 di laga kedua lalu. Kekalahan itu membuat runner-up Ligue 1 musim lalu itu menepi ke urutan ketiga meski di partai perdana menang 3-0 atas Zagreb.

Skuat utama
Di laga Liga Champions lainnya, juara bertahan Liga Primer Leicester City berhasrat membayar lunas kekalahan 0-3 dari Chelsea, akhir pekan lalu. Pelatih Leicester City Claudio Ranieri memastikan akan menurunkan skuat utamanya saat menantang FC Copenhagen di King Power Stadium, dini hari nanti. Pelatih berjuluk the Tinkerman itu memang sengaja menyimpan winger Riyad Mahrez dan penyerang Islam Slimani dari tim utama saat melawan the Blues.

Keduanya dipersiapkan untuk tampil di level Eropa demi memenuhi mimpi lolos ke fase gugur. "Lolos ke babak knock-out Liga Champions ialah penghargaan tersendiri yang dapat diraih jika semua pemain dalam dalam kondisi fit, dan saya lebih memilih menyimpan beberapa pemain untuk Selasa malam," tukasnya. Prioritas Ranieri di kasta Eropa membuat the Foxes julukan Leicester tidak lagi bertaji di Liga Primer Inggris dengan kini terpuruk di urutan ke-13.

Mereka hanya mengoleksi 8 angka dalam delapan laga. Sebaliknya, Jamie Vardy dkk memang selalu tampil sempurna di Liga Champions dengan memenangi dua laga sehingga kini memimpin sementara Grup G dengan 6 poin. Anak-anak didik Ranieri itu unggul 2 angka dari Copenhagen yang mengintai di urutan kedua. (AFP/Goal/Football Italia/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya