Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN dua musuh bebuyutan di kawasan barat laut Inggris, Liverpool dan Manchester United, pada pekan ke-8 Liga Primer, dini hari nanti, akan menentukan siapa yang terbaik. Untuk pertemuan sesi pertama musim ini, Liverpool bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Anfield.
Selain diuntungkan karena tampil di depan publik sendiri, 'si Merah'--julukan Liverpool--sedikit berada di atas angin berkat catatan sempurna dalam lima laga terakhir. Namun, beban berat tidak serta-merta terlepas dari pundak Philippe Coutinho dan kolega.
Pasalnya, Liverpool harus buru-buru melepas label sebagai pecundang saat menghadapi Manchester United setelah selalu menelan kekalahan di pentas domestik pada dua musim terakhir.
Wayne Rooney sempat menjadi mimpi buruk Liverpool pada pertemuan kedua tim di Liga Primer Inggris, Januari lalu. Juergen Klopp pun tidak ingin itu berulang.
Arsitek Liverpool berusia 49 tahun itu menilai Wazza--sapaan Rooney--tetaplah ancaman besar bagi timnya meskipun performanya sedang melorot.
"Saya mengerti apa yang orang pikirkan soal Rooney saat ini, tapi saya tidak dapat berpikir serupa bahkan sebagai pelatih Liverpool. Dia berusia 30 tahun dan punya karier sangat panjang serta baik di Liga Primer," ujar pelatih asal Jerman itu.
Klopp berharap dapat menurunkan dua punggawa andalannya, Georginio Wijnaldum dan Adam Lallana, yang masih cedera.
Sebaliknya, pelatih the Red Devils Jose Mourinho sudah dapat kembali mengandalkan bek kiri Luke Shaw dan pemain sayap Henrikh Mkhitaryan di Anfield.
Hadirnya kedua pemain tersebut diharapkan sedikit banyak membantu Mou--sapaan Mourinho--memperbaiki rekor pertarungannya dengan Klopp.
Sebelumnya eks pelatih Inter Milan itu hanya meraih satu kali menang dan dua kali seri dari tangan Klopp di lima pertemuan terakhir.
"Saya menatap ke depan untuk itu. Saya selalu senang bermain di Anfield. Saya suka atmosfernya seperti Madrid vs Barcelona, Inter vs Milan," ungkap Mourinho.
Mental menurun
Kondisi kurang menyenangkan dialami pelatih Manchester City Josep Guardiola. Ia tidak menampik timnya tengah dirundung situasi sulit setelah ditahan Everton 1-1 di Satdion Etihad, Sabtu (15/10).
Penampilan sempurna the Citizens--julukan City--sejak awal musim mulai terkendala sejak ditahan Celtic 3-3 di pergelaran Liga Champions Eropa, 29 September lalu. Setelah itu, Sergio Aguero dkk harus takluk 0-2 dari Tottenham Hotspur.
Manchester City sejatinya berpeluang memboyong 3 poin seandainya dua penalti dari Kevin De Bruyne dan Sergio Aguero berbuah hasil. Namun, kiper Everton Maarten Stekelenburg sukses menepis dua sepakan tersebut. Romelu Lukaku akhirnya membawa the Toffees--julukan Everton--unggul lebih dahulu sebelum skor kembali disamakan Nolito pada menit ke-72.
Kehilangan poin membuat jarak keunggulan poin Manchester City dari Arsenal menghilang setelah Alexis Sanchez dkk menaklukan Swasea City 3-2 di laga lain. Kedua tim pun sama-sama memimpin klasemen sementara Liga Primer dengan 19 poin.(AFP/goal/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved