Riedl tidak akan Tambah Pemain

Satria Sakti Utama
07/10/2016 09:40
Riedl tidak akan Tambah Pemain
(ANTARA/MAULANA SURYA)

PERSIAPAN tim nasional Indonesia menjelang Piala AFF 2016 kembali menghadapi kendala. Pelatih timnas Alfred Riedl dipastikan kehilangan salah satu gelandang muda berpotensi, Ichsan Kurniawan.

Pemain berusia 20 tahun tersebut dipastikan tidak akan ikut dalam pemusatan latihan di Sleman, Yogyakarta, 6-9 Oktober mendatang, karena cedera. Gelandang Sriwijaya FC itu mengalami cedera lutut kiri. Ichsan sangat mungkin juga akan absen saat uji coba melawan Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, Sabtu (9/10).

Dengan absennya Ichsan, Riedl kini memiliki 25 pemain. Walau demikian, Riedl memutuskan untuk tidak menambah pemain lagi dan akan memaksimal pemain-pemain yang ada. Pelatih asal Austria itu masih memiliki sejumlah gelandang tengah yang dapat diandalkan seperti Evan Dimas atau Bayu Pradana.

Ichsan mengalami cedera saat Sriwijaya FC menghadapi Bhayangkara FC di laga lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A akhir pekan lalu. Lutut kirinya didiagnosis mengalami putus otot di bagian ligamennya.

Dokter timnas Indonesia Syarif Alwi menjelaskan cedera seperti yang dialami Ichsan butuh waktu enam bulan untuk sembuh. Hal itu tentu membuat mimpi pesepak bola kelahiran Ogan Komering Ulu Timur itu dipastikan pupus.

Ichsan membenarkan kabar tersebut. Namun, kenyataan itu tidak lantas menguapkan asanya untuk dapat membela timnas di ajang Piala AFF 2016. "Satu kesempatan hilang peluang memperkuat Piala AFF. Yang pasti sedih karena gagal memperkuat timnas apalagi ini untuk level senior. Saya sudah ikhlas dan fokus penyembuhan, tapi di sisi lain saya masih optimistis," jelasnya.

Pada Piala AFF 2016, Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Filipina, Thailand, dan Singapura. Tim Garuda akan melakoni laga perdana melawan Thailand di Stadion Olahraga Filipina, Bocaue, 19 November.

Tak ingin buang peluang
Dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, Arema Cronus bertekad meraih poin maksimal saat menghadapi tuan rumah Persegres Gresik United, malam nanti. Arema tidak ingin lagi membuang peluang merebut puncak klasemen yang ditempati Madura United.

Pekan lalu, Arema berpeluang menggeser Madura United saat menjadi tuan rumah Mitra Kukar. Namun, bermain di kandang, Stadion Gajayana Malang, Arema hanya bermain imbang tanpa gol.

Pelatih Arema Milomir Seslija dituntut memperbaiki kinerja Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Masalah inkonsistensi menjadi momok tim berjuluk 'Singo Edan'.

Di enam laga terakhir, Arema hanya mampu mengunci dua kemenangan. Tiga laga lain berakhir imbang dan saat menghadapi Pusamania Borneo FC Agustus lalu, Arema menelan kekalahan 1-2.

Pekerjaan rumah Milomir makin berat karena buruknya kinerja lini depan. Hanya empat gol yang dilesatkan barisan depan Arema dalam enam laga terakhir.

"Saat melawan Mitra Kukar, kami sebenarnya mendominasi. Namun, tidak ada satu gol pun yang tercipta. Jelas itulah yang masuk daftar evaluasi dan saya optimistis masalah itu bisa kami atasi sebelum laga lawan Gresik United," sebut Milo. (R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya