Ter Stegen Permalukan Barcelona

Satria Sakti Utama
04/10/2016 01:15
Ter Stegen Permalukan Barcelona
(AFP)

MARC-ANDRE ter Stegen diplot menjadi kiper utama pascakepergiaan Claudio Bravo ke Manchester City pada bursa transfer lalu.

Namun, kepercayaan besar tersebut belum dapat dipikul penjaga gawang asal Jerman itu dengan membuat dua blunder memalukan yang menyebabkan Barcelona kalah dari Celta Vigo 3-4 di Stadion Balaidos, Senin (3/10).

Pertama, kiper berusia 24 tahun itu melakukan tendangan ke gawang yang terlalu kencang bagi Sergio Busquets sehingga menyebabkan lahirnya gol pertama oleh Pino Sisto.

Gol itu bak membangkitkan mental tuan rumah yang mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 3-0 lewat tambahan gol Iago Aspas dan gol bunuh diri Jeremy Mathieu. Namun, di babak kedua,

Barcelona bangkit lewat gol Gerard Pique dan penalti Neymar sehingga membuat kedudukan 3-2.

Namun lagi-lagi, Ter Stegen melakukan kesalahan fatal dengan memainkan bola di area berbahaya sebelum Pablo Hernandez melakukan pemotongan.

Bola yang sempat coba dibuang malah mengenai kepala Hernandez yang kemudian masuk ke gawang.

Skor pun berubah menjadi 4-2 pada menit 77 sekaligus merusak momentum El Barca untuk membalikkan skor.

Tiga menit sebelum waktu normal berakhir, Pique sempat kembali mencetak gol, tapi itu menjadi lesakan terakhir yang terjadi di pekan ke-7 La Liga.

Dua blunder itu bukan kali pertama bagi Ter Stegen.

Ia juga melakukan kesalahan serupa saat membela timnas Jerman kala dipermalukan Slovakia 1-3 di laga persahabatan, akhir Mei lalu.

Meskipun demikian, pelatih Barcelona Luis Enrique tampak menutup mata dan membela penampilan buruk anak didiknya tersebut.

Ia menyebut kekalahan kedua yang diterima timnya di La Liga tersebut bukan sepenuhnya dosa Ter Stegen, melainkan semua orang termasuk dirinya.

"Kekalahan ini merupakan tanggung jawab semua orang, terutama saya sendiri. Saya ialah yang bertanggung jawab dengan tim ini. Kiper harus mengambil risiko dan kami kalah sebagai tim, jadi kami semua harus berbenah," ujar entrenador berusia 46 tahun itu.

Kekalahan itu membuang peluang Barca merebut puncak klasemen La Liga dari tangan Real Madrid yang secara mengejutkan ditahan tim lemah Eibar 1-1.

Blaugrana pun harus rela turun peringkat ke lis keempat dengan raihan 13 poin dari tujuh laga.


Inkonsisten

Seri A akan jeda kompetisi pada akhir pekan ini untuk memberi kesempatan kepada para pemain memperkuat tim nasional.

Namun, Pelatih Internazionale Milan Frank De Boer tidak akan beristirahat dengan tenang akibat inkonsistensi yang ditunjukkan pasukannya.

Kemarin dini hari, klub berjuluk I Nerazzurri itu ditekuk AS Roma 1-2 di Stadion Olimpico dalam lanjutan Seri A.

Kekalahan itu melengkapi penderitaan mereka yang tak pernah menang dalam 3 laga terakhir, yakni satu imbang dan dua kalah.

Padahal, di dua pertandingan sebelumnya, Samir Handanovic dkk selalu keluar sebagai kampiun. D

e Boer menilai anak-anak asuhnya masih sering melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang kerap mengakibatkan mereka akhirnya kehilangan poin di akhir laga, seperti yang terjadi kontra I Giallorossi, Senin (3/10). (AFP/AP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya