Saatnya Belanda Bangkit

Asni Harismi
03/9/2015 00:00
  Saatnya Belanda Bangkit
(AFP/Anp Remko de Waal )
KEDATANGAN Islandia di Amsterdam Arena dini hari nanti akan menentukan nasib Belanda di Euro 2016. Meski tertatih-tatih di awal kualifikasi, Der Oranje dituntut menang di partai ketujuh ini jika masih ingin meneruskan tradisi lolos ke kejuaraan Eropa itu sejak 1984.

Walau terlihat mudah, Islandia justru merupakan mimpi terburuk tuan rumah. Mereka di luar dugaan menampar Robin van Persie dkk 0-2 di Reykjavik Oktober lalu yang kemudian membuat pemain serta Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) tak percaya lagi dengan Guus Hiddink.

Akhir Juni lalu, Hiddink akhirnya mundur dan diganti Danny Blind yang bakal memimpin runner-up Piala Dunia 2014 itu. Kinerjanya langsung mendapat sorotan ketika mencopot ban kapten dari lengan Van Persie dan menyerahkannya pada Arjen Robben.

"Ini bukan soal siapa yang paling jago, tapi saya butuh kepemimpinan Robben di atas lapangan," jelas Blind.

Winger Bayern Muenchen itu mengaku siap mengemban tanggung jawab sebagai kapten. Ia pun optimistis rekan-rekannya bisa kembali bangkit dan memenangi empat pertandingan sisa sehingga akhirnya lolos otomatis ke Prancis pada 2016 mendatang. "Skuat ini punya segala hal yang dibutuhkan untuk naik tingkat," ujarnya.

Kini, Belanda duduk di urutan ketiga dengan 10 angka, terpaut tiga poin dari runner-up Republik Ceko. Sebaliknya, Islandia yang memulai fase ini sebagai underdog justru berjaya di posisi teratas dengan 15 angka.

Our Boys--julukan Islandia--hanya butuh lima poin demi menggoreskan sejarah baru di sepak bola mereka dengan lolos untuk kali pertama ke Euro. Meskipun demikian, mereka cukup tenang dan tidak terbebani oleh tugas berat malam nanti.  "Kami akan bermain tanpa takut karena beban di pundak kami sangat sedikit," kata kiper Hannes Halldorsson.

Target Bale
Bukan cuma Islandia yang mungkin menyegel tiket langsung ke Prancis pekan ini. Wales yang sudah mengumpulkan 14 poin dan unggul lima angka atas peringkat tiga Grup B pun memiliki kesempatan serupa ketika melancong ke Stadion GSP Nikosia untuk menghadapi Siprus.

Pemain termahal dunia Gareth Bale tentu akan menjadi andalan terdepan untuk mendobrak jala tuan rumah.

Pergerakan pemain Real Madrid itu pun bakal mendapat dukungan penuh dari rekan-rekannya, termasuk jika Bale dijadikan target jegal para pemain tuan rumah.

"Perlakuan para pemain (Siprus) di pertemuan pertamalah yang membuat kami menjamin akan menjaganya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata gelandang Andy King.

Di pertemuan pertama yang berakhir dengan kemenangan Wales 2-1 itu, Siprus memang tampak sangat mengincar Bale supaya cedera. Saat pertandingan baru berjalan 5 menit, eks andalan Tottenham Hotspur itu sudah menerima tekel keras dua kali.

King juga menerima kartu merah di pertarungan sengit itu sehingga absen di dua pertandingan berikutnya. Meskipun demikian, pensiunan timnas Wales Craig Bellamy menandaskan Bale bukanlah faktor satu-satunya yang mengantar kesuksesan pada the Dragons.

"Bale memang merupakan pemain terhebat yang saya lihat di timnas ini, tapi bukan berarti ini pertunjukan dia seorang," jelasnya.

Wales belum pernah lagi berkompetisi di ajang internasional setelah Piala Dunia 1958. Jika lolos ke Euro 2016 pun, itu akan menjadi pengalaman pertama mereka berlaga di level Eropa. (AFP/AP/R-2)

asni@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya