Gagal ke Madrid karena Urusan Sepele

Asni Harismi
02/9/2015 00:00
Gagal ke Madrid karena Urusan Sepele
(AP/Jon Super)
MIMPI David de Gea untuk pulang kampung dan memperkuat Real Madrid pupus sudah. Bukan karena Manchester United dan Real Madrid tak menemukan kata sepakat, melainkan karena urusan yang jauh lebih sepele, yaitu surat-menyurat.

Sebelumnya, Senin (31/8) sore waktu Manchester, Los Blancos dikabarkan sudah sepakat mendatangkan kiper asal Spanyol itu dengan banderol 29 juta pound (Rp629 miliar). Rinciannya, Madrid membayar 19 juta pound plus Keylor Navas yang dihargai 10 juta pound.

Selanjutnya, pada malam hari, kedua klub tinggal melengkapi berkas yang harus dikirim ke pengelola La Liga (LFP). Namun, hingga tengah malam, berkas transfer itu tidak sampai ke meja LFP sehingga mereka menganggap tidak ada kegiatan jual-beli apa pun.

Keduanya tampak tidak serius dalam mengurus masalah administrasi ini. Madrid menuduh United yang terlambat memasukkan berkas ke LFP di hari terakhir bursa transfer di La Liga itu yang tentu saja dibantah manajemen 'Setan Merah'.

Media Spanyol AS menyebut Madrid juga baru mendaftarkan transfer tersebut 28 menit setelah deadline. Media Inggris Dailymail pun menulis staf LFP mengatakan berkas yang dikirim pihak United memang tidak bisa dibuka dengan format apa pun.

Polemik karena hal sepele itu pun menjadi pertanyaan besar di dunia sepak bola. Manajer Sistem Transfer FIFA Mark Goddard menjelaskan, jika kedua klub memang sudah sepakat soal jual-beli itu, finalisasi transfer sebetulnya hanya butuh 10 menit.

"Klub harus menyediakan data pendukung, mengisi dokumen wajib, dan menyertakan data keuangan yang ada dalam transfer itu. Jika semua pihak bekerja dengan baik, hal ini paling lama butuh waktu 10 menit," tandasnya.
Kini, Madrid dan United tengah melobi FIFA untuk mencari jalan tengah atas masalah tersebut. Meskipun demikian, De Gea dikabarkan sangat terpukul oleh kabar tersebut.
 Apalagi ia sudah berada di Spanyol sejak akhir pekan lalu dan bakal diperkenalkan kepada publik Santiago Bernabeu, tengah pekan ini.

Martial
United memang menjadi salah satu klub tersibuk di hari penutupan bursa transfer kemarin. Mereka resmi memiliki tambahan amunisi di lini depan dengan kedatangan striker AS Monaco Anthony Martial seharga 36 juta pound (Rp780 miliar).

Ini merupakan rekor transfer ketiga termahal yang pernah dilakukan setelah Angel Di Maria dan Juan Mata. Namun, media Inggris dan Prancis mempertanyakan langkah Louis van Gaal tersebut mengingat usianya yang masih 19 tahun dianggap terlalu hijau untuk dihargai semahal itu.

Sebaliknya, keluar Old Trafford, Javier Hernandez dilego ke Bayer Leverkusen seharga 7,3 juta pound dan Adnan Januzaj pergi ke Borussia Dortmund dengan status pinjaman.

Tetangga United, Manchester City, menjadi klub dengan pembelian termahal di Liga Primer, yaitu Kevin De Bruyne seharga 52 juta pound. Sementara itu, West Ham United memperkuat tim dengan meminjam Alex Song dari Barcelona selama semusim penuh.

Klub papan atas Liga Primer lain tampak adem-adem saja di hari terakhir, kemarin. Di Anfield, aktivitas yang terlihat hanyalah kepergian Fabio Borini yang tak lagi mampu bersaing dengan Christian Benteke atau Daniel Sturridge ke Sunderland.

Di Emirates, Arsenal memang masih berusaha di saat-saat akhir untuk mendapatkan duo Paris Saint-Germain Edinson Cavani dan Adrien Rabiot. Keduanya menjadi alternatif pascakegagalan merekrut penyerang Real Madrid Karim Benzema. (AFP/AP/R-1)

asni@mediaindonesia.com




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya