DENGAN status sebagai juara Indonesia Super League (ISL) 2014, posisi Persib Bandung sebenarnya menjadi dilematis. Di satu sisi mereka menjadi menjadi favorit juara di turnamen Piala Presiden 2015, di sisi lain posisi menjadi beban tersendiri.
Diungkapkan pelatih 'Maung BanÂdung' Djadjang Nurdjaman, sebenarnya mereka tidak mau terlalu dalam di situasi tersebut. Namun, tentu tidak semua pemain bisa melakukannya.
Itu sebabnya ia meminta para pemainnya untuk hanya fokus menghadapi laga selanjutnya di Grup A melawan Persiba Balikpapan, hari ini. Skuat 'Pangeran Biru' pun berhasrat mengulang raihan positif melawan skuat 'Beruang Madu' di babak final turnamen Piala Wali Kota Padang pada awal Januari lalu. Kala itu Persib mampu mengungguli Persiba Balikpapan dengan skor 2-0.
Meskipun demikian, Djadjang mengaku tetap mewaspadai ancaman Persiba Balikpapan. "Kami harus fokus dan tidak boleh membuat kesalahan," tukasnya.
Hal senanda dikatakan striker Persib Tantan. "Lawan Persiba kita tidak mau menganggap enteng. Mereka sekarang diperkuat pemain muda, pelatih juga baru, kita tetap waspada, tetap konsentrasi nanti. Pemain muda patut diwaspadai. Biasanya cepat-cepat kalau pemain muda, punya motivasi lebih tinggi," ungkap Tantan.
Persib sangat mungkin tanpa gelandang andalan Konate Makan yang dilaporkan sakit. Namun, Djajang patut sedikit tenang setelah winger Zulham Zamrun diizinkan memperkuat Persib. Promotor Mahaka Sport and Entertainment dikabarkan telah menerima surat kepindahan Zulham dari klubnya, Persipura Jayapura.
Sementara itu, pelatih Persiba Balikpapan Eduard Tjong mengaku tidak akan menyerah menghadapi Persib. Meskipun mengakui kalah kualitas, Eduard menilai segalanya bisa berubah jika sudah berada di atas lapangan hijau.
"Kita tahu diri kalau bicara kualitas, tidak kalah saja sudah bagus. Namun, di lapangan tentu berbeda, main bola tidak ada yang tidak mungkin. Optimistis saja," ujar Eduard.
Belum menyerah Pada bagian lain, Persipasi BanÂdung Raya (PBR) yang mengalami kekalahan di laga perdana belum mau melempar handuk untuk bersaing dari Grup D Turnamen Piala Presiden di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan.
Pelatih PBR Dejan Antonic di Makassar mengatakan kekalahan pada laga perdana dan masih akan bertemu tim tuan rumah PSM pada laga kedua tentu bukan yang mengenakkan. Namun, timnya akan terus berupaya mencari peluang untuk lolos ke babak selanjutnya.
"Kami masih memiliki dua pertandingan berat, tapi kita tetap berupaya tampil maksimal dan lolos. Khusus lawan PSM tentu akan jauh lebih berat."
Untuk bisa lolos ke babak berikut, dia tetap mengusung sikap optimistis. Pada kompetisi sebelumnya, PBR sukses berada di posisi empat besar dari wilayah Barat atau masuk perdelapan final menjadi modal menghadapi dua laga sisa.
"Kemarin tidak ada yang percaya kita bisa masuk empat besar. KunciÂnya ialah percaya diri. Kami tentunya tetap optimistis meski pertandingan nanti tentu tidak akan berjalan mudah," kata dia.
Pelatih Martapura FC Frans SinaÂtra Huwae menyatakan siap menjaga semangat turnamen Piala Presiden 2015 yang telah memberikan keÂsejukan dari dahaga dunia sepak bola nasional. "Piala Presiden ini ibarat hujan yang memberikan kesejukan sekaligus kepastian bagi dunia olahraga. Untuk itu, turnamen ini wajib dijaga semangatnya dan jangan ada noda dalam perhelatan ini," kata dia. (Ant/R-4)