Transisi Buruk si Nyonya Tua di Awal Laga

AFP/Ash/R-1
25/8/2015 00:00
Transisi Buruk si Nyonya Tua di Awal Laga
(AFP)
KAMPANYE Juventus musim ini akan berjalan sedikit bergelombang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka sudah harus mencicipi pil pahit kekalahan di partai pembuka saat ditekuk Udinese 0-1 di Juventus Stadium, kemarin dini hari. Itu merupakan kekalahan perdana mereka dalam 48 laga kandang terakhir di Seri A. Bek Leonardo Bonucci berkilah mereka masih harus melalui masa-masa transisi setelah ditinggal para bintang seperti Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez.

"Tidak ada yang senang memulai musim dengan kekalahan. Semuanya harus sabar karena kini kami tengah menjalani masa transisi," kata pemain belakang tim nasional Italia itu. Kekalahan itu juga menyudahi rekor 48 laga kandang tanpa pernah kehilangan poin penuh. 'Si Nyonya Tua' pun tercatat tak tumbang di partai pembuka sejak kalah dari Bari pada 2010 lalu ketika dilatih Luigi Delneri dan akhirnya finis ketujuh.

Kemarin malam, pelatih Juve Massimiliano Allegri mulai menurunkan pemain baru seperti striker Mario Mandzukic. Namun, keputusannya yang menjadi kontroversi ialah memainkan Kingsley Coman untuk menjadi tandemnya ketimbang Paulo Dybala. Soal itu, Allegri berkilah Coman butuh kepercayaan lebih banyak. Secara keseluruhan ia tetap puas dengan performa anak-anak asuhnya yang tetap tak bisa membobol gawang lawan meski sudah tampil dominan hingga menit ke-70.

"Hasilnya seolah mengindikasikan kami tampil buruk. Padahal, kami bermain bagus. Hanya, Udinese sulit ditembus," kilah juru taktik yang mengantar Juve menjadi runner-up Liga Champions musim lalu itu. Cyril Thereau-lah yang membuat seisi Juventus Stadium membisu malam itu. Ia membuat Gianluigi Buffon memungut bola dari jalanya dengan tendangan voli di menit 78. Ini merupakan kemenangan perdana bagi juru taktik anyar Udinese Stefano Colantuono. Pria yang musim lalu membesut Atalanta itu tidak pernah mengira bisa membawa pulang tiga angka dari Turin meski memang menyiapkan timnya untuk bermain kompak hingga akhir. "Saya ragu kami bisa mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir, tapi kami memang mempersiapkan tim ini dengan sangat terstruktur," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya