Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGA derby Manchester musim ini akan berlangsung Sabtu (10/9). Namun, tensi persaingan kedua tim sudah mulai terasa mengingat pertemuan sesama tim di kota historis itu melibatkan dua pelatih terbaik dunia saat ini, yakni Jose Mourinho di kubu MU dan Josep 'Pep' Guardiola yang kini memimpin Manchester City.
Dalam tiga pertandingan perdana Liga Primer, kedua pelatih baru itu sukses mencatatkan rekor kemenangan 100%. Artinya, rekor salah satu dari mereka akan tercoreng pada pekan ini, bahkan mungkin nama keduanya ternoda, jika laga di Old Trafford itu berakhir imbang.
Mantan Presiden Real Madrid Ramon Calderon melihat persaingan Mourinho dan Guardiola di Liga Primer akan tercatat sebagai salah satu duel terhebat musim ini. Namun, Calderon kini lebih berpihak kepada Pep meski Mou pernah bekerja sebagai anak buahnya di Real Madrid (2010-2013).
"Ini akan menjadi pertarungan yang luar biasa. Mungkin Mourinho lebih diunggulkan karena United lebih bersejarah ketimbang City, tapi saya secara personal menyukai gaya Guardiola, tingkah lakunya, kesederhanaannya, caranya menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan kegaduhan," ujar Calderon.
Total, Mourinho dan Pep sudah beradu taktik di atas lapangan dalam 16 pertemuan. Sebanyak 11 di antaranya terjadi di Spanyol, tepatnya saat Pep membesut Barcelona dan Mou mengasuh El Real, dengan pria asal Spanyol itu unggul di lima laga berbanding the Special One yang hanya mengamankan dua pertandingan.
Akan tetapi, tekanan besar yang mewajibkan Guardiola membuat David Silva dkk berbicara banyak di kancah internasional dan domestik dinilai Calderon bisa jadi bumerang. Bahkan mungkin, eks juru taktik Bayern Muenchen itu dapat bernasib seperti Mourinho.
"Sangat sulit memprediksi masa depan seorang pelatih yang selalu dituntut untuk menang, buktinya (pemecatan) pelatih sekaliber Mourinho di Chelsea dan Real Madrid," imbuhnya.

Dicibir Schmeichel
Lain Claderon, lain pula dengan kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel. Ayah dari kiper Leicester City, Kasper Schmeichel, itu secara terbuka lebih menjagokan 'Setan Merah' daripada 'Manchester Biru', klub yang juga pernah ia bela jelang penghujung kariernya pada 2002 silam.
Tidak tangung-tanggung, Schmeichel meluncurkan kritik pedas kepada Guardiola. Ia menilai pria plontos itu membuat the Citizens menampilkan permain membosankan layaknya saat menakhodai Bayern Muenchen.
"Dia benar-benar sukses mengubah tim menarik menjadi membosankan untuk ditonton. Muenchen sebelumnya sangat lugas dan kemudian memenangi treble, tapi kemudian dia membuat tim bermain lebih terkotakkan," tuturnya.
Lebih lanjut, mantan kiper timnas Denmark itu menilai keberhasilan Pep di Barcelona, termasuk menyapu bersih enam trofi pada 2009, hanya merupakan tuah dari bakat besar Lionel Messi.
"Dia sosok dengan reputasi luar biasa. Pencapaiannya di Barcelona sangat fantastis, tapi dia juga beruntung memiliki pemain yang masuk filosofinya," jelas Schmeichel.
"Namun, Liga Primer memiliki kebuasan berbeda dengan liga lainnya, misalnya pada Maret ketika tim harus memainkan 12 pertandingan," tandasnya.(AFP/AP/R-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved