Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PORTUGAL harus melupakan keberhasilan mereka menjadi juara Piala Eropa 2016 jika ingin sukses di kualifikasi Piala Dunia 2018. Itu dikatakan pelatih Selecao das Quinas Fernando Santos setelah timnya dikalahkan Swiss pada laga pembuka dengan skor 0-2, Selasa (6/9).
Portugal berhasil memenangi trofi internasional pertama mereka saat mengalahkan Prancis 1-0 di ajang Piala Eropa 2016. Akan tetapi, status juara Eropa langsung sirna ketika mereka dikalahkan Swiss dengan skor 0-2.
Gol dari Breel Embolo dan Admir Mehmedi mengamankan tiga poin untuk Swiss di Stadion St Jakob-Park. Itu sekaligus mengakhiri 14 pertandingan tidak terkalahkan Santos di ajang kompetitif sejak September 2014.
"Kami memulai pertandingan dengan baik. Kami mendominasi 15 sampai 20 menit pertama, tapi kemudian kami terpesona oleh Swiss dan sedikit pragmatis," Santos mengatakan kepada RTP.
"Kami kebobolan pada percobaan tendangan pertama Swiss dan setelah itu kami ambil alih kembali dan memungkinkan mereka untuk memenangi pertempuran individu. Kemenangan di Piala Eropa harus dilupakan," tegas Santos.
"Kami tidak sekuat seperti yang kami biasanya. Kami berada dalam kualifikasi dan yang sesuatu tidak dapat terjadi seperti ini lagi," kata Santos.
Santos memasukkan Andre Silva dan Joao Mario untuk menggantikan Eder dan William Carvalho pada awal babak kedua. Sementara, Ricardo Quaresma masuk menggantikan Joao Moutinho di menit ke-68 untuk memungkinkan Nani pindah posisi sebagai striker utama.
Perubahan itu memaksa Swiss bertahan total karena Portugal menguasai bola dengan baik dan terus menerus menekan pertahanan lawan. Bahkan, ada satu peluang emas dari Nani saat sundulan pemain Valencia itu membentur tiang. Sayangnya, tak ada gol yang mampu dihasilkan Portugal.
"Pada menit terakhir, Swiss hanya boisa bertahan dan kami menciptakan beberapa peluang berbahaya di menit akhir ketika kami bermain dengan hati," ucapnya.
"Jika kami mencetak gol, kami bisa kembali dalam permainan," pungkas mantan pelatih timnas Yunani itu. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved