Pemain Asing Dilarang Main di ISC

07/9/2016 05:40
Pemain Asing Dilarang Main di ISC
(Dok. GTS)

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga resmi mengeluarkan surat peringatan (SP) pertama kepada PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) setelah banyak pelatih dan pemain asing yang berlaga di Indonesia Soccer Championship (ISC) diketahui belum memiliki kartu izin tinggal terbatas (kitas).

Kemenpora beranggapan hal tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Imigrasi dan tidak sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo yang menginginkan reformasi total. Dalam SP itu, Kemenpora melarang sementara pelatih dan pemain asing dengan pengurusan kitas yang belum tuntas.

Kemenpora memberikan batas waktu hingga tujuh hari kerja untuk PT GTS menangani masalah tersebut. 'Kami memberikan waktu kepada Saudara (PT GTS) untuk menyelesaikan masalah migrasi ini, terhitung sejak tujuh hari kerja sejak ditandatanganinya surat ini dan selama masalah ini belum selesai, pemain dan pelatih tersebut dilarang ikut bermain,' demikian isi surat peringatan tersebut.

Meski begitu, Kemenpora tidak mau kaku dalam mengaplikasikan SP tersebut. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto menjelaskan, tujuh hari ini bukan batas waktu GTS untuk merampungkan seluruh permasalahan kitas itu. Namun, hal itu minimal memberikan jaminan kepada Kemenpora bahwa proses tersebut sedang berlangsung. "Jadi dalam tujuh hari mereka ada laporan jika proses itu berlangsung karena kami menyadari pengurusan itu membutuhkan waktu," ujar Gatot, Selasa (6/9).

Sebenarnya aksi Kemenpora ini terbilang terlambat. Pasalnya, PT GTS sudah mengeluarkan kebijakan kepada seluruh peserta ISC A yang memberikan tenggat hingga 8 September untuk meng urus kitas. PT GTS pun sudah menunda pengesahan pemain sehingga legiun asing yang belum memenuhi syarat tersebut tidak dapat bermain. Saat menanggapi hal tersebut, Gatot menampik langkah Kemenpora sudah terlambat. (Sat/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya