Awal Perjudian Alfred Riedl

06/9/2016 03:45
Awal Perjudian Alfred Riedl
(ANTARA/ MAULANA SURYA)

BANYAK hal digadaikan Alfred Riedl dalam pembentukan timnas Indonesia untuk persiapan ajang Piala AFF 2016.

Poin pertama ialah sikap tawar-menawar Riedl dengan PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) dan klub peserta ISC terkait dengan pembatasan kuota pemain untuk membela panji Merah Putih.

Itu memang bukan situasi yang menguntungkan. Riedl pun memilih menghormatinya.

Di sisi lain, pemilihan skuat untuk mengisi timnas juga disorot karena melupakan sejumlah nama penting dan senior, semisal duet bek tengah naturalisasi Victor Igbonefo dan Bio Paulin yang sengaja disisihkan untuk memberikan kesempataan bagi bakat asli Indonesia, seperti Yanto Basna atau Fachrudin Aryanto.

Pilihan itu tentu penuh risiko, apalagi Riedl masih disorot akibat kegagalannya di Piala AFF 2012.

Karena itu, laga uji coba kontra Malaysia malam ini, Selasa (6/9) wajib menjadi pembuktian Riedl atas opsi yang diambilnya.

Asisten pelatih Indonesia Hans Peter Scheller menegaskan fokus Riedl saat ini ialah membangun mentalitas secara tim, bukan hanya mengandalkan satu-dua pemain.

"Kami mencoba tidak bergantung kepada satu pemain saja. Jadi, penting bagi kami memiliki tim yang kuat di masa mendatang. Maka kami harus siapkan tim yang kuat bukan nama yang besar," ujar Scheller, Senin (5/9).

Hasil positif melawan Malaysia memang menjadi harapan bagi Scheller.

Namun, Ia menjelaskan timnya harus menunjukkan keseimbangan bermain dalam bertahan dan menyerang sebelum berpikir meraih kemenangan.

"Kami yakin Indonesia dapat memberikan yang terbaik. Namun, Anda tahu kami harus menemukan keseimbangan permainan," imbuhnya.

Dari kubu 'Harimau Malaya'--julukan Malaysia--, kapten tim Amri Yahya berharap pertandingan penuh kualitas terjadi dalam laga ini.

Ia pun mengaku rekan-rekannya siap menerima tekanan dari pendukung Indonesia.

"Saya tahu ini pasukan Indonesia dan Malaysia sudah lama tidak bertemu. Jadi, saya berharap permainan kualitas. Semua pemain bersemangat untuk menghadapi Indonesia," tukas pemain 35 tahun itu.

"Bagaimana pun, kami ingin menang (dalam laga persahabatan) di Solo besok (6/9), hari ini," ujar pelatih Malaysia, Ong Kim Swee, dalam jumpa pers di Hotel Lorin, Senin (5/9).

Kim Swee berharap suporter Indonesia berlaku fair.

Timnas Malaysia, tambahnya, akan berada dalam tekanan suporter Indonesia yang sudah lama tidak menikmati pertandingan internasional selama masa sanksi dari FIFA. (Sat/WJ/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya