Perebutan PSSI 1 Didominasi Militer

Satria Sakti Utama
06/9/2016 03:30
Perebutan PSSI 1 Didominasi Militer
(ANTARA)

PADA hari penutupan pendaftaran bakal calon Ketua Umum PSSI, Senin (5/9), dua nama dari kalangan militer mendeklarasikan diri untuk bertarung di Kongres Pemilihan, 17 Oktober mendatang.

Mereka ialah Brigjen (purn) TNI Bernhard Limbong dan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko.

Keduanya menyusul langkah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi untuk memperebutkan kursi PSSI 1.

Edy menjadi sosok militer pertama yang menyatakan minat bertarung dalam Kongres Pemilihan dengan mendeklarasikan diri pada 31 Agustus lalu.

Limbong bukan nama asing dalam Kongres Pemilihan PSSI karena sebelumnya sempat ikut bertarung dalam KLB Surabaya, April 2015.

Purnawirawan TNI berusia 61 tahun itu pun malang-melintang menjadi pejabat teras PSSI dan pernah menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Perhatian juga tertuju pada Moeldoko yang digadang-gadang akan menjadi lawan sepadan Edy Rahmayadi dalam.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) itu secara langsung telah menyerahkan kelengkapan keikutsertaannya di bursa pencalonan Ketua Umum PSSI.

Penyerahan syarat-syarat itu pun diterima langsung oleh Ketua Komite Pemilihan Jenderal (purn) Agum Gumelar di Kantor DPP Pepabri Jakarta, Senin (5/9).

Meskipun tidak secara gamblang menyebut jumlah dukungan, Moeldoko menyatakan banyak anggota PSSI yang mendorong dirinya untuk maju dan bertarung ke pemilihan Ketum PSSI.

Perihal persaingan sengit dengan mantan anak buahnya, Moeldoko memilih berkomentar dengan santai.

"Ini kan baru awal. Kalau dalam pertempuran, belum masuk ke garis pertempuran. Jadi, saya tidak tahu siapa yang lebih hebat," jelasnya.

Lebih lanjut, Moeldoko menyebut kesempatan ini merupakan panggilan hati untuk mengabdi kepada PSSI yang sebelumnya pernah ditolaknya.

Pria asal Kediri itu mengaku pernah diminta Presiden Joko Widodo untuk mengemban tugas mengambil alih kepemimpinan PSSI.

Namun, tawaran itu ia tolak karena dia berfokus pada jabatannya sebagai Panglima TNI.

Bintang timnas

Selain dari kalangan militer, bakal calon dari kalangan profesional sepak bola juga ikut meramaikan kampanye PSSI 1.

Mantan bintang timnas Indonesia era Primavera, Kurniawan Dwi Yulianto, resmi ikut bertarung setelah dicalonkan klub Divisi Utama, PS Kwarta Deli Serdang.

Kehadiran Kurniawan menjadi angin segar karena sebelumnya calon dari kalangan profesional sepak bola sangat minim untuk mendapat tempat di PSSI.

Sementara itu, 'si Kurus'--julukan Kurniawan-- berniat memperbaiki kondisi internal PSSI yang dinilainya kacau.

"Saya ingin perbaiki seluruh stakeholder. Yang saya lihat sepak bola kita saat ini dihambat perkembangannya oleh kepentingan suatu kelompok, misal membuat dualisme," jelasnya.

"Kedua, saya bukan dari militer. Sepak bola itu bukan industri. Jadi, harus profesional dan tidak harus penuh kompromi," imbuhnya.

Dari pantauan Media Indonesia hingga pukul 20.00 WIB, setidaknya sudah ada enam nama bakal calon ketua umum yang resmi mengembalikan syarat-syarat ke KP.

Selain keempat calon itu, terdapat Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri) Eddy Sofyan.

Nama terakhir yang menyerahkan berkas ialah pengusaha asal Sulawesi Selatan, Erwin Aksa. (R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya