Israel Jadi Target Balas Dendam Gli Azzurri

Satria Sakti Utama
05/9/2016 05:29
Israel Jadi Target Balas Dendam Gli Azzurri
(AP/ TONY VECE)

DEBUT Giampiero Ventura sebagai arsitek baru tim nasional Italia berakhir buruk seusai Gli Azzurri ditaklukkan Prancis 1-3 dalam laga uji coba, tengah pekan lalu.

Yang lebih buruk, ia dipermalukan di depan pendukung sendiri di Stadion San Nicola, Bari, kala itu.

Meskipun demikian, pelatih berusia 68 tahun itu mengaku tidak ingin terpaku dengan hasil minor tersebut karena Gli Azzurri akan menjalani laga perdana Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa dengan bertandang ke markas Israel di Stadion Sammy Ofer, Selasa (6/9).

Momentum itu akan dimanfaatkan Ventura untuk memetik kemenangan perdana sekaligus mengembalikan kepercayaan publik 'Negeri Piza'.

Apalagi, di atas kertas, kualitas tim tuan rumah sangat jauh tertinggal dari Italia karena mereka hanya berada di peringkat ke-76 dunia, sedangkan Italia ada di urutan ke-10.

"Dengan segala hormat, Israel bukanlah Prancis. Namun, kami akan tetap menganalisis pertandingan untuk melihat beberapa kesalahan yang terjadi dan coba untuk kami hindari. Saya yakin kami akan tampil lebih baik kali ini," ujar Ventura.

Tiga poin di pertandingan pertama Grup G sangat penting bagi Italia karena Gianluigi Buffon dkk bersaing di grup yang sama dengan juara Piala Dunia 2010, Spanyol, untuk meraih satu tiket langsung ke Rusia yang hanya berhak dikunci pemuncak klasemen.

Leonardo Bonucci, Alessandro Florenzi, dan Marco Verratti yang absen di laga sebelumnya amat mungkin akan bermain melawan Israel.

Verratti akan diberi tugas sebagai gelandang serang meski posisi idealnya ialah gelandang bertahan.

"Saya telah berbicara dengan Ventura mengenai posisi saya. Pelatih menginginkan saya bermain sebagai gelandang serang dan saya menikmatinya," jelas pemain Paris Saint-Germain itu.


Relatif mudah

Seperti halnya Italia, Spanyol juga akan menghadapi lawan yang relatif mudah dalam laga perdana Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018.

La Furia Roja hanya akan kedatangan tamu tim peringkat ke-182 dunia, Liechtenstein, di Estadion Municipal Reino de Leon, besok.

Meski masih memasuki masa adaptasi dengan Lopetegui, Sergio Ramos dkk diprediksi akan menang mudah dari sang tamu seperti laga-laga sebelumnya.

Dalam enam pertemuan terakhir, Spanyol selalu menjadi pemenang dan tanpa sekali pun kebobolan.

Kemenangan enam gol tanpa balas, September 2011, menjadi hasil terakhir pertarungan kedua tim.

Pemain senior, seperti Iker Casillas, gelandang Cesc Fabregas, dan Juanfran, mulai disisihkan Lopetegui.

Sebagai gantinya, suksesor Vicente del Bosque itu memanggil nama-nama yang lebih muda, seperti Koke, Thiago Alcantara, dan Vitolo.

Nama terakhir bahkan menunjukkan penampilan krusial kala Spanyol mengalahkan Belgia 2-0 di laga persahabatan tengah pekan lalu.

"Pemain muda berada di sini karena saya percaya mereka pantas mendapatkannya dan mereka memiliki kemampuan itu. Sedikit demi sedikit, mereka akan diberi tugas itu dan terus berkembang," ujar eks pelatih Porto tersebut.

Di laga lain, timnas Kosovo akan melakukan debut di sepak bola internasional setelah menjadi anggota ke-210 FIFA, Mei lalu.

Mereka akan bertandang ke Stadion Veritas untuk menghadapi Finlandia.

Meski demikian, Kosovo masih menunggu lampu hijau dari FIFA untuk boleh menurunkan para pemain terbaik mereka yang pernah membela timnas negara lain.

Salah satunya ialah pemain asal Belgia milik Manchester United, Adnan Januzaj. (AFP/AP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya