Operator ISC bakal Diberi Sanksi

MI
02/9/2016 10:10
Operator ISC bakal Diberi Sanksi
()

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga akan memberikan sanksi tegas kepada operator turnamen Indonesia Soccer Championship 2016. Pasalnya, pihak penyelenggara, yakni PT Grisula Tri Semesta, terbukti lalai dengan adanya pemain dan pelatih asing yang tidak memiliki kartu izin tinggal sementara/terbatas (kitas), tapi tetap berlaga di ISC.

Atas kasus tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pun mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada PT GTS karena dianggap tidak profesional dan mencederai tata kelola sepak bola Indonesia yang baik, seperti yang selama ini selalu digaungkan Kemenpora dan juga Presiden Joko Widodo.

"Semangat tata kelola ialah membenahi, tapi ini mencederai semangat itu. Saya kira kami harus memberikan sanksi kepada operator. Saya belum tahu sanksinya seperti apa karena saya belum mendapatkan data-datanya," ujar Imam kepada media di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Save Our Soccer menemukan fakta terkait dengan adanya 81 pemain dan pelatih asing yang tidak memiliki kitas.

Dari total pemain dan pelatih tersebut, sebanyak 64 pemain dan pelatih asing menggunakan visa on arrival, sementara 16 lainnya memakai visa kunjungan usaha, dan satu pemain bahkan tidak diketahui tipe visa yang digunakan.

Imam berkilah baru mengetahui kasus tersebut karena selama ini belum pernah mendapat laporan dari PT GTS.

"Dulu (sebelum ISC dimulai) saya sudah minta Joko Driyono (Direktur Utama PT GTS) untuk segera menyerahkan daftar pemain asing. Beliau menjawab, 'Segera, Pak, beres', tetapi nyatanya malah jadi seperti ini. Operator mesti bertanggung jawab karena tidak profesional. Selagi bisa dikoreksi hari ini, kenapa ditunda? Jangan lagi diulangi."

Selain memberikan sanksi kepada operator, Imam pun mengatakan para pemain dan pelatih yang terlibat harus dicoret dari pertandingan. Selain itu, Imam berharap kasus itu dapat ditangani sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. (Rul/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya