Allardyce Bongkar Skuat Hodgson

SATRIA SAKTI UTAMA
24/8/2016 03:40
Allardyce Bongkar Skuat Hodgson
(AFP/BERTRAND LANGLOIS)

DEBUT pelatih baru tim nasional Inggris Sam Allardyce tinggal dua pekan lagi. Tepatnya, ia akan mulai unjuk gigi saat bertandang ke markas Slovakia, Stadion Antona Malatinskeho, dalam laga perdana kualifi kasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, 4 September mendatang. Karena itu, Allardyce berencana mengumumkan susunan pemain pilihannya pekan depan. Tampaknya, ia akan merombak total skuat dengan mayoritas tim bentukan suksesornya, Roy Hodgson, tidak akan menempati starting line-up pilihan ‘Big Sam’. Sejumlah nama kejutan disebut akan menghiasi skuat the Three Lions. Salah satu yang paling santer ialah bek senior yang kini berusia 35 tahun John Terry. Palang pintu Chelsea tersebut mundur dari tugasnya di timnas setelah Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menghukumnya akibat melakukan tindakan rasial kepada Anton Ferdinand, September 2012 lalu.

“Bisa jadi (saya memanggil Terry kembali). Saya mungkin harus memberinya kesempatan, tapi saya tetap harus menyeleksi dia,” ujar Allardyce. Selain urusan Terry, perhatian mantan pelatih Sunderland itu tertuju kepada masa depan kiper Joe Hart. Ia merupakan pilihan utama Hodgson di bawah mistar ‘Tiga Singa’, tapi eksistensinya di timnas terancam karena sejauh ini kehilangan tempat di Manchester City era pelatih Josep Guardiola. Allardyce menegaskan masih memercayakan penjagaan mulut gawang Inggris kepada kiper berusia 29 tahun tersebut. Namun, tanpa ada penampilan reguler di kompetisi tertinggi, tentu sang juru taktik tidak dapat menjamin nasib Hart.

“Jika itu berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, akan sulit bagi saya untuk memilih mereka kembali,” imbuh pelatih berusia 61 tahun itu. Ban kapten Allardyce juga harus segera memutuskan kapten pilihannya, yakni mempertahankan Wayne Rooney atau memilih sosok lain. Ia mengaku telah mengambil keputusan, tapi baru akan diumumkan pekan depan. Gonjang-ganjing pencopotan ban kapten dari lengan Rooney mencuat setelah ia terbukti gagal membawa Inggris berprestasi di Piala Eropa 2016. Dengan diplot sebagai gelandang oleh Hodgson, kapten Manchester United itu terlihat tidak berkembang. Meskipun demikian, sejak kedatangan Jose Mourinho sebagai arsitek Manchester United, Wazza sapaan Rooney sedikit demi sedikit mulai bangkit lagi. Mou mengembalikan tugas Rooney sebagai juru gedor yang beroperasi di belakang penyerang utama.

“Saya pikir ini posisi terbaiknya karena manajer Manchester United mengatakan kepadanya untuk bermain dengan Zlatan,” tandas Allardyce. Masa depan lebih suram menanti rekan setim Rooney, Marcus Rashford. Sulitnya mencuri pos penyerang tengah dari Zlatan Ibrahimovic membuatnya belum mendapatkan porsi bermain semenit pun dalam dua laga pembuka Liga Primer yang dimainkan MU di bawah arahan Mourinho. Allardyce pun mempertimbangkan penyerang yang masih berusia 18 tahun itu untuk turun kasta ke timnas Inggris U-21. Apalagi di Euro 2016, Rashford juga gagal ‘meledak’ karena tak pernah terpilih masuk starting line-up skuat Hodgson. (AFP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya