EVENT organizer (EO) yang ditunjuk Tim Transisi untuk menggelar Piala Kemerdekaan harus berkocek tebal. Itulah salah satu syarat dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) jika ingin rekomendasi Piala Kemerdekaan dapat dikeluarkan. Tidak main-main, BOPI menyebutkan penyelenggara acara yang baru diumumkan siang ini tersebut setidaknya harus memiliki dana sekitar Rp30 miliar. Dana tersebut menjadi jaminan bagi BOPI agar kelak tidak terjadi permasalahan dalam pelaksanaan ajang yang diikuti klub-klub Divisi Utama tersebut.
"Event organizer harus punya duit. Ada ketentuan dari kami minimal mereka harus menyiapkan Rp30 miliar kalau ingin penyelenggaraan akan terlaksana," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) BOPI Heru Nugroho saat dihubungi, kemarin. Akan tetapi, Heru menjelaskan alokasi Rp30 miliar tersebut bukan berarti dana segar yang disiapkan pihak penyelenggara saja. Itu juga termasuk nilai kontrak yang telah disepakati pihak sponsor sebelumnya. Kejelasan mengenai penyediaan dana serta sponsor tersebut baru akan dipresentasikan Tim Transisi siang ini.
"Kami sudah rapat dengan Tim Transisi, rencananya Senin (10/7) setelah penandatangan perjanjian dengan event organizer kemudian akan mempresentasikannya ke BOPI. Kalau soal regulasi, sudah oke," imbuh Heru. Kejelasaan terkait dengan penyelenggara Piala Kemerdekaan yang sudah mulai terang menjadi sinyal positif. Sebelumnya BOPI sempat mengeluarkan pernyataan tidak akan memberikan rekomendasi apabila profesionalitas penyelenggara Piala Kemerdekaan tidak jelas. Hal itu sempat menimbulkan rumor perpecahan antara BOPI dan Tim Transisi.
Sementara itu, Tim Transisi masih menutup diri terkait kejelasan penyelenggara yang telah ditunjuk. "Masih ada perubahan untuk menyesuaikan permintaan event organizer dan BOPI. Kita fi nalkan besok (hari ini)," jelas anggota Kelompok Kerja (Pokja) Komunikasi Tim Transisi Cheppy T Wartono. Tambah amunisi Di sisi lain, Arema Cronus mengaku akan terus menambah kekuatan pasukan mereka jelang menghadapi Piala Presiden 30 Agustus mendatang. Mengikuti jejak beberapa klub peserta yang telah menambah amunisi baru, manajemen Arema juga berniat memburu sejumlah nama pemain untuk melengkapi skuat arahan Suharno tersebut.
"Sudah ada pembicaraan kami dengan tim pelatih secara informal terkait dengan tambahan pemain. Tapi kami belum bisa pastikan, bisa pemain lokal atau asing. Yang jelas kami akan menambah pemain," jelas manajer umum Arema Cronus Ruddy Widodo, kemarin. Sebelumnya, Persib Bandung telah memastikan merekrut pemain Persipura Jayapura Zulham Zamrun sebagai salah satu persiapan untuk Piala Presiden.
Sebagai persiapan yang lain, 'Singo Edan' juga masih akan merencanakan laga uji coba setelah laga melawan Persib Bandung, besok. "Saat ini ita fokus lawan Persib dulu. Tapi setelah itu kami berencana akan menggelar laga uji coba lagi. Satu atau dua pertandingan uji coba lagi, kami masih cari lawan sekarang," imbuhnya. (R-4)