Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah tren klub-klub Liga Primer mengontrak pelatih dengan nama besar, Leicester City tetap setia menggunakan jasa Claudio Ranieri. Rabu (10/8), manajemen the Foxes resmi memperpanjang kontrak sang allenatore selama empat tahun ke depan alias hingga 2020 mendatang. Menuntaskan penantian 132 tahun gelar Liga Primer sudah cukup membuat Ranieri mendapat kepercayaan berlipat dari klub milik pengusaha asal Thailand Vichai Srivaddhanaprabha itu. Pria asal Italia itu pun menyambut baik perpan-jangan kontraknya tersebut. "Ini (memperpanjang kontrak) penting karena ketika kami memulai musim lalu, terdapat program untuk membangun sesuatu yang penting dan kami akan melanjutkannya," tukas Ranieri.
Eks pelatih Valencia itu memang dinilai pantas mendapatkan penghargaan tersebut. Di bawah asuh-annya, the Foxes mampu mengubah prediksi semua pihak, termasuk bursa taruhan yang hanya memberi peluang 5000-1 di awal musim. Duet Jamie Vardy-Riyad Mahrez membuat tim bermarkas di King Power Stadium itu menjadi klub paling konsisten sepanjang musim dengan hanya menelan tiga kekalahan.
Musim depan, duet yang sama pun tampaknya kembali bakal tetap menjadi andalan Leicester. Akan tetapi, tantangan mempertahankan gelar menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Ranieri di Liga Primer 2016-17. Ia ditantang untuk bersaing dengan pelatih-pelatih kaliber dunia seperti Antonio Conte yang menukangi Chelsea, Josep Guardiola yang berseragam Manchester City, Jose Mourinho yang kembali dari masa rehat untuk mengasuh Manchester United, serta muka lama seperti Juergen Klopp (Liverpool) dan Arsene Wenger (Arsenal). Mourinho bahkan sudah membuktikan kelasnya saat mengganjal Leicester untuk meraih gelar pertama musim ini di ajang Community Shield, akhir pekan lalu.
MU berhak membawa trofi berbentuk perisai itu setelah mengalahkan 'si Rubah' 2-1 di Stadion Wembley. Leicester dan Ranieri pun memilih tak terlalu terperangkap dengan persaingan panas itu. Alih-alih ingin mempertahankan gelar, mereka hanya ditargetkan untuk meraih 40 poin atau sebatas bertahan di kompetisi Liga Primer musim depan. "Tentu ini akan lebih sulit dan saya tidak percaya kami bisa mengulanginya, tapi kami akan mencoba," tutup Ranieri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved