Berebut Trofi Pertama di Laga Pembuka

Satria Sakti Utama
06/8/2016 06:02
Berebut Trofi Pertama di Laga Pembuka
(AFP/OLI SCARFF)

KOMPETISI Liga Primer Inggris akan segera memulai kampanye dalam waktu dekat.

Namun, sebelum persaingan di tanah Ratu Elizabeth bergulir, perebutan trofi Community Shield akan menjadi pembuka yang manis.

Kali ini penguasa Liga Primer Inggris musim lalu, Leicester City, akan menjajal juara Piala FA, Manchester United, di Stadion Wembley, besok (7/8).

Dari kubu 'Setan Merah' julukan Manchester United, pelatih Jose Mourinho memiliki target tersendiri bersama armada baru.

Pengulangan memori 11 tahun silam ialah tujuannya sekaligus memberikan kado pertama bagi publik Old Trafford.

Kala itu Mou sapaan Mourinho yang masih menjadi nakhoda Chelsea sukses merengkuh titel Community Shield sebelum akhirnya membawa timnya memenangi Liga Primer Inggris di akhir musim 2005-2006 silam.

Kesuksesan tersebut mencatatkan namanya sebagai salah satu manajer yang mampu terlepas dari kutukan Community Shield.

Bukan menjadi topik baru memang terkait dengan keangkeran trofi berbentuk segi delapan itu karenatim juara diprediksi tidak akan mampu melanjutkan keberhasilanmereka menjadi juara Liga Primer Inggris.

Sejak Community Shield diselenggarakan pada 1908 dengan nama Charity Shield atau sudah 93 kali ajang ini digelar, hanya 18 di antara 93 pemenang laga ini yang akhirnya keluar sebagai pemenang di liga.

Itu artinya,peluang sang juara Community Shield untuk berkuasa di akhir musim hanya 19,3%.

Akan tetapi, Manchester United menjadi tim yang paling sukses menangkal kutukan tersebut jika dibandingkan dengan tim-tim lain.

Tercatat enam kali sudah pasukan Theater of Dreams--julukan United--mengelabui kutukan Community Shield dengan tiga diantaranya dilakukan dalam satu dekade belakangan.

Peluang untuk meraih gelar Community Shield pun meninggi di pihak Manchester United karena melimpahnya optimisme setelahkehadiran Mourinho sebagai arsitek baru.

Skuat 'Setan Merah' pun semakin komplet dengan sejumlah rekrutan berkualitas, seperti penyerang Zlatan Ibrahimovic dan gelandang Henrikh Mkhitaryan.

"Saya pikir kami akan menangdan semua orang sangat tertarik dengan keberadaan Jose di Old Trafford. Kami melihat tim bermain lebih bebas. Berharap kami akan menikmati kesempatan ini dan mendapatkan pertunjukan yang bagus," tutur mantan bintang Manchester United, Gary Pallister.

Hal senada pun disampaikan bintang MU Wayne Rooney yang percaya dapat mengandaskan perlawanan Leicester City di Wembley.

Wazza--sapaan Rooney--ingin menunjukkan MU musim ini dapat bangkit setelah melalui musim kurang impresif dibawah arahan Louis van Gaal.

"Saya tahu ini seperti seremoni saja. Namun, ini tetap merupakan pertandingan resmi dan ada trofi yang diperebutkan," kata Rooney.

"Kami ingin menunjukkan apa yang kami bisa dan memenangi trofi dengan cepat di awal musim. Kami merasa bahwa ini ajang yang amat penting untuk kami. Apalagi lawan kami Leicester, juara Liga Primer. Ini akan jadi tes yang sangat bagus," urai kapten timnas Inggris itu.

Mou memang berencana mengembalikan kejayaan Manchester United seperti saat MU dilatih Sir Alex Ferguson.

Pelatih Portugal itu akan kembali menggunakan skema 4-4-2 khas Ferguson dengan mengandalkan dua penyerang murni.

Rooney yang lebih banyak dimainkan sebagai gelandang musim lalu pun ia coba kembalikanke posisi asli untuk mendampingi Ibrahimovic sebagai ujung tombak.

Ketajaman penyerang 30 tahun itu diharapkan dapat kembali muncul dengan skema itu.

Vardy tampil

Bintang Leicester City Jamie Vardy dipastikan akan tampil dalam laga yang mempertemukan timnya dengan Manchester United di Community Shield.

Penyerang 29 tahun itu harus menjalani operasi akibat masalah pada pergelangan tangan.

Sejatinya operasi tersebut dapat dilakukan lebih awal, tapi penyertaan Vardy untuk timnas Inggris pada Piala Eropa 2016 lalu membuat penanganan medis itu dipaksa ditunda hingga bulan lalu.

Akibatnya, dia harus absen dalam beberapa agenda pramusim Leicester City.

Namun, Vardy telah tampil dalam laga pramusim Internasional Champions Cup (ICC) kontra Barcelona meski hanya bermain setengah babak pada Kamis (4/7).

"Tentu ketika dibutuhkan kami akan melihat seberapa besar cedera ini telah sembuh atau mungkin telah sepenuhnya membaik. Jadi, saya akan menunggu dan berharap kabar yang baik," ujar Vardy.

Di sisi lain, dalam menanggapi kemungkinan aksi balas dendam Mourinho pascakekalahan Leicester yang berujung pemecatan dari Chelsea pada akhir Desember 2015 lalu, Vardy menilai laga ini hanya pertandingan seperti biasa untuk menentukan siapa yang terbaik.

"Saya tidak yakin akan ada reaksi itu. Dia (Mou) akan hanya melakukan apa yang seharusnya dan pelatih kami akan melakukan hal serupa, memilih tim yang dianggap dapat memenangi pertandingan," imbuhnya.

Di sisi lain, kekalahan dari Barcelona di ICC dengan skor 2-4 akan dijadikan modal berharga bagi pelatih Leicester City, Claudio Ranieri.

The Foxes memang belum tampil sesuai dengan yang diharapkan dalam sejumlah laga pramusim yang telah dilalui.

Mereka hanya bermain seri dengan Celtic, kemudian kalah telak 0-4 dari PSG, dan terakhir takluk di tangan Barcelona.

Hal itu tentu menimbulkan keraguan apakah Leicester mampu mengulang dongeng menjadi juara Liga Primer Musim lalu kali ini.

Namun, Ranieri menegaskan belum memikirkan hal itu.

Ia lebih fokus melalui tantangan dari Manchester United terlebih dahulu di ajang Community Shield.

"Fokus kami sekarang adalah pertandingan selanjutnya melawan Manchester United di Community Shield. Itu sangat penting bagi kami. Baru, kemudian memulai Liga Primer. Yang terpenting ialah bertarung dengan baik di setiap laga dan selalu berpikir optimistis," ungkap mantan bos AS Monaco.

Leicester City tentu ingin mengulang pencapaian 45 tahun lalu saat menjuarai ajang Community Shield untuk pertama kali.

Apalagi, kembalinya Vardy dan konsistensi Riyad Mahrez dapat menghapus dahaga gelar yang terakhir direbut pada 1971 itu. (goal/dailystar/espn/bbc/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya