Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GELANDANG Prancis Franck Ribery kembali mengkritik mantan arsiteknya di Bayern Muenchen Pep Guardiola. Saat ambil bagian dalam turnamen International Champions Cup, Ribery menuding pelatih Spanyol itu terlalu banyak bicara dan minim pengalaman.
Guardiola kini menukangi Manchester City setelah sebelumnya melatih Bayern selama tiga musim.
Bayern kalah 5-3 dalam adu penalti melawan AC Milan setelah di waktu normal bermain imbang 3-3 pada Rabu (27/7).
Ribery mencetak dua gol termasuk eksekusi penalti pada menit 90. Gelandang itu menemukan kembali performa terbaiknya setelah musim lalu minim bermain karena cedera.
Posisi Guardiola di Bayern digantikan oleh Carlo Ancelotti. Ribery pun melontarkan pujian kepada pelatih Italia berusia 57 tahun itu sembari mengkritik Guardiola.
Menurut Ribery, Ancelotti adalah pelatih berpengalaman, berbeda jauh dari Guardiola yang belum lama menjadi pelatih. Hal itu membuat gelandang itu merasa termotivasi dan bisa bermain bebas.
"Saya tidak butuh pelatih yang memberi tahu apa yang harus saya lakukan di lapangan saat mendapat bola," ungkap Ribery.
Ribery memang memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan Guardiola. Karenanya, dia menyebut Ancelotti memberikan Bayern apa yang selama ini tidak mereka miliki.
Dalam wawancara dengan majalah Sport Bild, Ribery melanjutkan kritiknya terhadap Guardiola dengan menyoroti minimnya pengalaman mantan arsitek Barcelona itu meski dia sukses memenangkan 14 gelar selama empat tahun bersama El Barca dan tujuh gelar selama tiga tahun bersama Bayern.
"Dia adalah pelatih yang masih muda. Dia minim pengalaman. Terkadang dia bicara terlalu banyak. Padahal sepak bola adalah hal yang sederhana," tegas Ribery. (AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved