De Boer Ultimatum Pasukannya

MI/Asni Harismi
31/7/2015 00:00
De Boer Ultimatum Pasukannya
(AP)
AJAX Amsterdam gagal menyegel kemenangan pada laga pertama kualifikasi babak ketiga Liga Champions. Kemarin, anak-anak asuhan Frank de Boer itu harus rela bermain imbang 2-2 di Stadion Ernst-Happel, Austria, dengan Rapid Vienna meski unggul 2-0 pada babak pertama. Davy Klaassen ialah pemain yang memborong gol bagi wakil Eredivisie itu pada menit 25 dan 43.

Namun, hanya 3 menit setelah turun minum, Florian Kainz memperkecil ketertinggalan sebelum Robert Beric membuat skor imbang 2-2 pada menit ke-76. Pelatih Frank de Boer pun kesal dengan hasil itu. Apalagi, Rapid bermain dengan 10 orang sejak satu jam jalannya laga setelah bek Stefan Schwab terkena kartu merah wasit akibat 'menggunting' kaki Jairo Riedewald.

Ia pun mengultimatum pasukannya agar bermain jauh lebih baik pada leg kedua nanti. Meski punya keunggulan gol tandang, klubnya bisa gagal melaju ke fase grup untuk kali keenam beruntun jika tampil ceroboh lagi. "Rapid seharusnya datang ke Amsterdam dengan tekanan lebih tinggi. Jika kami bermain seperti di laga pertama, justru kami yang bisa-bisa tersingkir," kata De Boer.

Sebaliknya bagi Rapid, hasil imbang itu justru memberi suntikan moral bagi mereka ketika bertandang ke Amsterdam, Rabu (5/8) mendatang. Pelatih Zoran Barisic memuji kemampuan anak-anak asuhnya untuk menyamakan skor setelah tertinggal 0-2. Itu membuktikan wakil Austria tersebut tak bisa diremehkan.

"Hasil 2-2 membuktikan kami punya nyali untuk menang. Di Amsterdam nanti, masih ada peluang bagi kami untuk lolos," jelas Barisic yang ingin mengantar klubnya ke babak utama untuk kali ketiga. Hal senada diungkapkan Kainz yang merasa peluang untuk melaju ke babak grup Liga Champions masih 50:50.

Kini, faktor yang menentukan bagi timnya ialah kepercayaan diri serta mental kuat saat melihat dukungan suporter Ajax di kandang mereka nanti. "Saya lega kami bisa kembali setelah ketinggalan 0-2. Kini kami harus mengevaluasi diri lagi dan pergi ke Amsterdam dengan percaya diri," jelasnya.

Maksimal
Lain halnya dengan Ajax, FC Basel justru mampu memaksimalkan kartu merah yang didapat Lech Poznan untuk mengakhiri laga pertama dengan kemenangan telak 3-1 di Polandia. Dengan kata lain, wakil Swiss itu berpeluang besar lolos ke babak utama untuk kali kelima dalam tujuh tahun terakhir.

Pesta gol Basel dimulai pada menit ke-34 lewat Michael Lang. Namun, gol itu dengan cepat dibalas Denis Thomalla 2 menit berselang. Drama di Stadion INEA bermula pada menit 66 ketika Tomasz Kedziora mendapat kartu merah akibat mendorong Birkir Bjarnason di kotak terlarang. Shkelzen Gashi gagal mengeksekusi penalti.

Namun, Marc Janko menggandakan skor 10 menit kemudian. Davide Challa akhirnya membuat Basel pulang dengan kemenangan 3-1 pada menit 92 meski beberapa detik kemudian Taulant Xhaka dipastikan tak memperkuat tuan rumah laga kedua akibat juga menerima kartu merah. "Sekarang saya bisa tenang. Kami bermain sesuai skema latihan dan posisi kami jelang leg kedua sangat bagus," kata pelatih Basel Urs Fischer.

Selain Basel, kemenangan menjadi milik Glasgow Celtic yang menang tipis 1-0 di Celtic Park. Hasil itu tentu masih jauh dari aman sehingga pelatih the Bhoys Ronny Deila masih mengincar minimal satu gol lagi di Azerbaijan nanti. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya