Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS), selaku operator Indonesia Soccer Championship (ISC), dan klub peserta ISC mengeluarkan putusan yang hanya mengizinkan dua pemain dari setiap klub untuk bergabung di timnas Indonesia.
Putusan itu pun menuai kritikan pedas.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi paling vokal dalam mempertanyakan esensi keputusan itu.
Politikus asal Bangkalan itu menyebut, jika berbicara timnas, seharusnya seluruh stakeholder perlu mengutamakannya di atas kepentingan-kepentingan lain.
"Tentu kita masih ingat Piala AFF 2010, betapa bangganya masyarakat. Sudah sewajarnya semua pihak mengutamakan kepentingan timnas jika dibandingkan dengan klub dan kompetisi," kata Imam melalui pesan singkat, kemarin.
"Kompetisi merupakan media bagi pemain untuk uji kebolehan agar bisa masuk timnas sehingga pembatasan yang dilakukan PT GTS sungguh tidak bisa dinalar. Saya sungguh kecewa," imbuhnya lagi.
Lebih lanjut, Imam akan segera meminta PSSI untuk bertindak tegas atas apa yang terjadi.
Pembatasan pemain yang dilakukan sejatinya seperti mengebiri potensi timnas Indonesia yang tangguh.
Ambil contoh, tim seperti Persib Bandung atau Arema Cronus tentu dapat menyumbangkan pemain yang lebih banyak jika dibandingkan dengan tim lain.
Namun, potensi itu terganjal karena pembatasan yang dilakukan PT GTS dan klub.
Di sisi lain, Direktur Utama PT GTS Joko Driyono mengungkapkan kepastian Indonesia mengikuti Piala AFF 2016 tidak masuk perencanaan sebelumnya.
Apalagi, sudah ada kesepakatan pihak ketiga terkait dengan perhelatan ISC yang mau tidak mau membatasi gerak PT GTS.
"Ini menyangkut perencanaan yang awal dulu. Ketidakpastian keikutsertaan Indonesia di AFF akibat sanksi FIFA. Setelah lepas dari sanksi Indonesia baru valid di AFF, mau tidak mau harus kita sinkronkan," ujar Joko pada pertemuan dengan klub di Jakarta, Jumat (22/7) lalu.
Enggan berkomentar
Klub-klub peserta ISC yang ikut ambil bagian dalam penentuan keputusan pembatas pemain itu menolak memberikan tanggapan lebih jauh terkait dengan protes yang disampaikan Menpora.
"Saya kira ini sudah keputusan bersama yang telah dibahas di pertemuan, kemarin. Jadi, secara personal sebagai Persipura, saya tidak bisa menanggapi kekecewaan Pak Menteri. Lebih baik bertanya langsung ke GTS," jelas Juru bicara Persipura Jayapura, Ridwan 'Bento' Madubun, saat dihubungi, kemarin.
Di lain pihak, tim kepelatihan timnas Indonesia yang dipimpin Alfred Riedl mengaku tetap percaya diri dengan keterbatasan yang ada.
Asisten pelatih Wolfgang Pikal menjelaskan, pihaknya tetap dapat membangun tim berkualitas meski keputusan pembatasan pemain oleh PT GTS dan klub tetap berjalan.
"Coach Alfred bisa mengerti situasi yang terjadi di liga juga. Kita tetap bisa bikin tim bagus dan muda," jelas Pikal.
Tim kepelatihan rencananya akan bertemu dengan PSSI untuk membahas rencana pemusatan latihan dan uji coba, besok (26/7).
(R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved