Tiongkok Buat Pernyataan Bebas Doping

MI
22/7/2016 11:50
Tiongkok Buat Pernyataan Bebas Doping
(XINHUA/AP/Cao Can)

BELAJAR dari kasus kontingen Rusia yang mungkin dicoret dari Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Tiongkok merasa harus menunjukkan sikap sebagai negara yang tidak menoleransi doping. Untuk itu, pemerintah Tiongkok meminta semua atlet dan pelatih yang akan berangkat ke Rio agar membuat surat pernyataan bebas doping.

Selain itu, para atlet juga diharuskan lulus tes tertulis yang diadakan pemerintah. Mereka yang gagal dalam ujian tersebut akan dilarang berangkat ke Brasil.

Wakil Direktur Badan Administrasi Olahraga Tiongkok, Gao Zhidan, yang akan memimpin 711 anggota kontingen negara itu ke Rio, mengatakan para pelanggar aturan itu akan dihukum berat. Tiongkok sendiri total mengirim atlet sebanyak 416 orang. Jumlah itu merupakan yang terbanyak di Olimpiade 2016, selain tuan rumah Brasil.

"Tiongkok telah menegaskan sikap menentang doping dan tidak memberi toleransi terhadap pelanggaran tersebut. Keinginan kami jelas, yaitu ingin memastikan atlet sportif dan bersikap baik," tambahnya.

Doping memang tengah menjadi fokus perhatian menjelang Olimpiade pada Agustus mendatang. Hal itu terjadi setelah sebuah investigasi independen mengungkapkan adanya praktik doping secara sistematis pada atlet-atlet Rusia yang didukung pejabat di negara 'Beruang Merah' itu. Praktik doping yang dimaksud itu dilangsungkan saat Olimpiade Musim Dingin 2014 Sochi.

Atas hasil investigasi itu, Badan Anti Doping Dunia (WADA) merekomendasikan pada Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar melarang semua atlet Rusia untuk berlaga di Olimpiade.

Larangan itu juga ditegaskan keputusan Pengadilan Olahraga Internasional (CAS) yang menolak banding yang diajukan 67 atlet asal Rusia, kemarin (Kamis, 21/7). Salah satu atlet yang mengajukan banding tersebut ialah dua kali juara cabang atletik, Yelena Isinbayeva.

Banding itu diajukan Isinbayeva dkk atas keputusan Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) yang melarang seluruh atlet atletik asal Rusia mengikuti semua kompetisi atletik internasional.

Bagi Rusia, ini merupakan kerugian besar karena mereka terkenal sebagai salah satu kekuatan atletik di dunia sekaligus 'kuburan massal' bagi dunia atletik secara keseluruhan.(AFP/Xinhua/Mag/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya