Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI Italia terhenti di perempat final Piala Eropa 2016, semangat Gianluigi Buffon untuk tetap memperkuat tim nasional Italia di laga internasional tidak surut.
Usianya sudah mencapai 38 tahun, tapi penjaga gawang andalan Gli Azzurri tersebut masih ingin bermain di Piala Dunia 2018.
Bahkan, Buffon sudah mencanangkan target untuk membawa timnya melaju hingga babak final Piala Dunia yang digelar di Rusia itu.
"Secara pribadi, saya baik-baik saja. Saya masih terbakar semangat dengan laga-laga intens seperti ini dan saya rasa masih ada sesuatu yang harus saya berikan kepada skuat Italia," kata Buffon.
Kiper yang bermain untuk klub Juventus itu sempat berurai air mata saat timnya tersingkir dari Piala Eropa akibat ditumbangkan Jerman 6-5 melalui laga adu tos-tosan, kemarin.
Kiper terbaik sepanjang masa milik Italia tersebut merasa bersalah.
Pasalnya, Buffon membiarkan enam dari sembilan tendangan Der Panzer melewati penjagaannya.
Dari tiga bola yang tak memasuki gawangnya, hanya sepakan Thomas Mueller yang mampu ditepis, dua sisanya, yakni eksekusi Mesut Oezil membentur mistar, sedangkan tendangan Bastian Schweinsteiger melambung jauh.
"Air mata itu melambangkan kekecewaan saya. Sungguh memalukan karena tim sekelas Jerman melewatkan tiga penalti, tapi kami tetap tidak bisa menang," ujarnya.
Keputusan Buffon untuk bertahan di timnas mendapat apresiasi, karena itu melambangkan nyalinya yang masih tebal di usia yang menjelang kepala empat.
Sebelumnya, Petr Cech, 34, memutuskan pensiun dari timnas setelah tak mampu mengantar Republik Ceko lolos dari fase grup.
Pun demikian dengan Zlatan Ibrahimovic, 34, yang gantung sepatu dari timnas seusai tersingkirnya Swedia sejak babak grup Piala Eropa.
Begitu pula Lionel Messi, 29, yang pensiun dini dari Argentina setelah kalah dari Cile di final Copa America Centenario 2016.
Pengalaman baru
Berbeda dengan Buffon, manajer timnas Italia Antonio Conte dipastikan meninggalkan skuat seusai kekalahan di perempat final itu.
Mantan arsitek Juve itu akan menjalani pengalaman barunya bersama klub Liga Primer, Chelsea, yang bakal dimulai pertengahan Juli mendatang.
Pelatih berusia 46 tahun tersebut mengatakan keputusannya hijrah ke the Blues dibuat sebelum Gli Azzurri menghadapi turnamen Piala Eropa.
Keputusannya itu didasarkan atas keinginan untuk memimpin tim secara reguler, bukan hanya per turnamen.
"Keputusan untuk meninggalkan timnas setelah dua tahun menjabat dibuat sebelum turnamen. Saya tidak menyangkal ada masa ketika saya ingin meneruskannya (di timnas Italia), tapi karena beberapa perkembangan tertentu, saya tidak bisa kembali pada timnas," ujar Conte.
"Pada November, saya merasa bisa melanjutkan perjalanan dengan timnas sebelum memberitahukan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tentang kesempatan bergabung di Chelsea. Saya ingin kembali ke klub," lanjutnya.
Meski demikian, Conte optimistis skuat yang dibawanya ke Euro 2016 itu memiliki masa depan cerah di Piala Dunia 2018, siapa pun pelatihnya.
(AFP/R-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved