Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK 85 meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Hal ini menanggapi surat yang dikirimkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) kepada PSSI yang berisi agenda untuk menyelenggarakan KLB.
Dalam surat tertanggal 24 Juni 2016 yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim tersebut, FIFA menjadwalkan penetapan perangkat komite pemilihan pada 3 Agustus mendatang. Namun, Kelompok 85 berharap KLB dapat digelar di hari yang sama.
"Kita diminta mengikuti tanggal 31 oktober itu, tetapi lebih cepat lebih baik. Kalau bisa lebih baik sekalian ramai-ramai tanggal 3 Agustus langsung dipilih karena budget dan biaya perjalanan juga mahal, ada yang dari Papua, Aceh, makanya lebih baik secepatnya. Buat apa kita buang-buang budget," ujar CEO Bali United di Jakarta, Kamis (30/6).
Selain penetapan anggota komite, FIFA juga menyarankan dihari yang sama diputuskan apakah KLB akan merombak seluruh Komite Eksekutif (Exco) PSSI atau hanya memilih pengganti tiga kursi Exco, yaitu Ketua Umum dan dua wakil Ketua Umum.
Sekretaris Tim 85, Budiman Dalimunthe menyatakan pihaknya masih tetap sama dengan kesepakatan yang terjadi saat kunjungan FIFA dan AFC ke Indonesia pada Senin (20/6) lalu.
"Kami dari awal memang meminta, semua pengurus PSSI mulai dari anggota Exco sama ketua dan wakil ketua umum dikocok ulang. Tidak ada opsi seperti yang ada di surat FIFA (hanya 3 orang yang diganti). Jadi, kami konsisten menginginkan itu, seperti kesepakatan yang terjadi saat perwakilan FIFA, dan AFC datang ke Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan surat tersebut FIFA menunjuk Agum Gumelar sebagai ketua Komite Pemilihan, dan Erick Thohir menjadi ketua banding pemilihan. Agum mengatakan dirinya belum mengetahui adanya penunjukkan secara resmi dirinya oleh FIFA sebagai Ketua Komite Pemilihan.
Namun, Agum akan mempelajari isi surat tersebut terlebih dahulu sebelum akan menentukan sikap.
"Itu tergantung dari saya mau menyanggupi sebagai Ketua atau enggak karena saya harus lihat dahulu isi suratnya. Kalau pun ini terjadi dan saya jadi ketua Kongres maka Saya ingin KLB ini sebagai jalan terakhir untuk mengurusi masalah sepak bola di Indonesia supaya tidak ada masalah lagi di belakangnya," pungkas Agum. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved