Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JERMAN harus bekerja keras mempertajam lini depan mereka di Piala Dunia 2022 setelah duet Kai Haverts dan pemain remaja Jamal Musiala membuang banyak peluang yang berujung kekalahan 1-2 dari Jepang, Rabu (23/11).
Jerman unggul di mayoritas laga berkat gol penalti gelandang Ilkay Gundogan namun saat mereka butuh ketajaman duet Havertz dan Musiala, keduanya gagal bersinar.
Hal itu membuat Jepang sukses membalikkan keadaan lewat dua gol larut yang dilesakkan oleh Ritsu Doan dan Takuma Asano, keduanya bermain di Bundesliga, sehingga tim Samurai Biru mencetak sejarah dengan mengalahkan tim juara empat kali Piala Dunia.
Baca juga: Jepang Permalukan Jerman Di Doha
"Hasil ini sangat mengecewakan. Kami unggul penguasaan bola dan sempat unggul," ujar pelatih timnas Jerman Hansi Flick.
"Setelah itu, kami memiliki banyak peluang namun gagal memanfaatkannya. Kesalahan semacam ini seharusnya tidak terjadi," lanjutnya.
Musiala, yang dijadikan starter oleh Flick, tampil mengecewakan di awal laga. Pemain berusia 19 tahun menunjukkan ketidakmatangannya. Dia bak remaja yang bermain di antara pria-pria dewasa.
Saat laga baru berlangsung empat menit, Musiala kehilangan bola di sisi lapangan sendiri yang berujung pada serangan balik Jepang.
Sebuah serangan Jerman pupus, delapan menit kemudian, ketika Musiala berusaha menggring bola secara berlebihan dankehilangan bola.
Hal itu tampaknya membuat kepercayaan diri Musiala pudar. Akibatnya, dia memilih mengoper bola saat berada di posisi yang memungkinkan mencetak gol.
Baru di babak kedua, pemain Bayern itu menemukan kepercayaan dirinya. Pada menit 50, Musiala sempat melewati empat pemain sebelum melepaskan tendangan yang melenceng dari gawang tim Samurai Biru.
Havertz, yang golnya dianulir karena offside, semakin tidak terlihat perannya saat laga terus berjalan. Akhirnya dia pun ditarik keluar dan FLick memasukkan Niclas Fuelkrug dan Yousoufa Moukoko dalam upaya menjebol gawang Jepang.
Di laga berikutnya, Jerman akan berhadapan dengan Spanyol, yang melumat Kosta Rika 7-0. Tim Panser pun butuh memperbaiki lini depan mereka agar tidak kembali kalah dan tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. (AFP/OL-1)
Kapten Romain Saiss mencetak gol di babak pertama dan, setelah pemain Tanzania Novatus Miroshi diusir wasit, Azzedine Ounahi dan Youssef El-Nesyri menambah keunggulan Singa Atlas.
Arab Saudi, yang sempat mengalahkan Argentina di babak penyisihan grup Piala Dunia 2022, kembali ke Qatar sebagai salah satu unggulan juara di Piala Asia.
"Penjualan enam jersey ini merupakan sebuah peristiwa monumental dalam sejarah lelang, yang menawarkan kepada para penggemar dan kolektor sebuah kaitan dengan pencapaian puncak Messi."
Kapten timnas Argentina itu mengatakan, saat ini, fokusnya adalah tampil di Copa America, yang akan digelar di AS pada Juni 2024 mendatang.
Perjanjian ini akan mencakup serangkaian turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia 2026, Piala Dunia Putri 2027, dan Piala Dunia 2030, serta semua turnamen kelompok umur putra dan putri.
Keempat pemain timnas Maroko itu adalah kiper Yassine Bounou, bek Achraf Hakimi, gelandang Sofyan Amrabat, dan penyerang Youssef En-Nesyri.
Mengenang Piala Dunia 2014 di Brasil. Simak daftar peserta, hasil final Jerman vs Argentina di Maracana, hingga kontroversi kekalahan telak Brasil.
Simak profil mendalam Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. Analisis skuad Julian Nagelsmann, pemain kunci seperti Wirtz dan Musiala, serta peta persaingan Grup E.
PERTANDINGAN persahabatan Jerman vs Ghana berlangsung di MHP Arena, Selasa (31/3). Pertandingan itu dapat disaksikan melalui streaming RCTI secara gratis.
KEMENANGAN tipis 2-1 diraih timnas Jerman saat menjamu Ghana dalam laga persahabatan Jerman vs Ghana di MHP Arena, Selasa (31/3).
Pada menit ke-88, berawal dari umpan matang Leroy Sane, Denis Undav melakukan sontekan cerdik yang melewati jangkauan kiper timnas Ghana untuk memastikan kemenangan timnas Jerman.
Meski menang 4-3 atas timnas Swiss, pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann, memberikan catatan kritis terhadap performa barisan pertahanan skuadnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved