Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN status sebagai debutan di Euro 2016, Albania cenderung tak diunggulkan ketika bertemu dengan Swiss di partai pertama mereka di Grup A, malam ini.
Namun, bukan berarti partai itu tidak akan atraktif karena akan terjadi perang antarsaudara sekandung, Taulant Xhaka dan Granit Xhaka.
Taulant membela Albania, sedangkan sang adik, Granit, bermain untuk Swiss.
Pertemuan duo Xhaka itu adalah yang pertama kalinya dalam sejarah Piala Eropa meski di Piala Dunia 2014, dua kakakberadik pernah berhadapan di lapangan, yakni Kevin-Prince Boateng (Ghana) melawan kakaknya, Jerome Boateng (Jerman).
"Ada perasaan mengganjal dalam diri saya. Ini adalah hal terakhir yang ingin saya lalui di turnamen mana pun," ujar Granit yang berusia 23 tahun, 18 bulan lebih muda daripada Taulant.
Duo Xhaka ialah pemain berdarah Kosovo yang lahir di Basel, Swiss. Mereka pernah bermain di timnas junior Swiss sebelum Taulant memutuskan membela Albania ketika memasuki usia senior.
"Kami berdua tidak ingin berada di satu tim. Untuk kami, ini akan menjadi laga spesial. Saya bangga terhadap Swiss, tapi tentu saja tak bisa melupakan akar saya," imbuh Granit.
Taulant sendiri berjanji akan menyuguhkan duel ketat dan bersemangat menekan tim adiknya.
Dalam karier, Granit terlihat lebih bersinar karena pernah memperkuat Basel sebelum pada 2012 ia hijrah ke Jerman bersama klub Borussia Moenchengladbach.
Penampilan Granit sukses menyihir perhatian raksasa Liga Primer, Arsenal.
Pemain yang menempati posisi gelandang itu direkrut tim Gudang Peluru dengan nilai transfer 35 juta pound atau berkisar Rp675 miliar.
Sebaliknya, Taulant sejauh ini terus menghuni skuat Basel.
Ia sempat merasakan bermain di klub lain, yakni Grasshopper dengan status pinjaman pada 2012-13.
Andalkan tim
Pelatih Albania Gianni De Biasi sudah menyiapkan skuat yang terdiri atas 23 pemain yang menurut laporan terbaru dalam kondisi fit.
De Biasi sebetulnya diuntungkan dengan status nonunggulan karena
para pemainnya bisa bermain lepas tanpa beban.
Juru taktik kelahiran Italia itu juga menyebut timnya tak akan mengandalkan satu-dua pemain.
Dengan kata lain, skuatnya punya kekuatan merata, terutama di sisi pertahanan dengan didukung pemain veteran yang merupakan kapten mereka, Lorik Cana.
"Kami ingin melakukan yang lebih, berkembang dengan lebih baik. Sebetulnya kami punya lawan yang kuat di grup, tapi kami akan berusaha dengan kualitas kami untuk lolos," kata Cana.
Di lain pihak, Swiss merupakan tim yang sudah berpengalaman di turnamen-turnamen mayor.
Skuat polesan Vladimir Petkovic itu ditargetkan melaju minimal hingga perempat final.
Mereka didukung pemain yang lebih matang seperti kiper Roman Burki (Borussia Dortmund) dan bek Juventus Stephan Lichtsteiner.
Enam pertemuan kedua tim disudahi dengan lima kemenangan untuk Swiss dan sekali imbang.
Pertemuan terakhir terjadi pada 10 November 2014 dengan La Nati--julukan Swiss--menang 2-1 di kandang Albania.
Swiss pun sudah mengemas 8 gol ke gawang Albania, sebaliknya sang lawan hanya menjaringkan setengahnya ke jala Swiss.
(AFP/AP/R-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved