Langkah Krusial Inggris di Laga Perdana

Nurul Fadillah
11/6/2016 09:01
Langkah Krusial Inggris di Laga Perdana
(FOTO: AP/JON SUPER, AFP/PAUL ELLIS, AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV, AP/PAVEL GOLOVKIN)

LAGA perdana selalu menghadirkan momok, bahkan untuk tim nasional sebesar Inggris.

The Three Lions--julukan Inggris--sadar laga pertama mereka di Grup B kontra Rusia di Stade Velodrome, dini hari WIB nanti, merupakan langkah krusial yang mungkin menentukan masa depan mereka di Euro 2016.

Masih tebersit kenangan buruk saat tim 'Tiga Singa' tersingkir di fase Grup D Piala Dunia 2014 lalu.

Kekalahan di pertandingan pertama melawan Italia berimbas pada mental mereka di laga-laga selanjutnya sehingga Wayne Rooney dkk hanya meraih 1 poin di klasemen akhir.

Penjaga gawang andalan Inggris, Joe Hart, mengamini hal itu.

Kemenangan atas Rusia akan menjadi kunci rasa percaya diri tim untuk menghadapi rival lain mereka di Grup B, yaitu Slovakia dan Wales.

"Melawan Rusia adalah pertandingan yang paling penting bagi masa depan kami di grup. Lalu kami akan mencoba memenangi setiap laga berikutnya," kata penjaga mistar Manchester City itu.

Selama 50 tahun Inggris gagal meraih gelar juara, yaitu sejak kemenangan mereka di laga final Piala Dunia 1966.

Di Prancis 2016 ini, pelatih Inggris Roy Hodgson membawa skuat muda dengan harapan dapat memberikan gebrakan baru.

Tenaga penyerang Marcus Rashford (18), bek tengah Chris Smalling (25), dan winger Dele Alli (20) bisa dimaksimalkan.

Belum lagi komposisi lini depan yang diisi Jamie Vardy dan Harry Kane yang dipadukan dengan pengalaman Rooney.

Setelah Inggris tampil sempurna di babak kualifikasi Piala Eropa 2016, masyarakat 'Negeri Ratu Elizabeth' itu memiliki ekspektasi tinggi atas Three Lions tahun ini.

Meski demikian, Hodgson tampaknya masih berhati-hati saat menjawab bisa tidaknya tim memenangi turnamen itu.

"Kami masih belum terlalu tahu bagaimana grup muda ini akan tampil di turnamen dengan kondisi yang bertentangan jika dibandingkan dengan tim yang berpengalaman, tapi saya tentu saja percaya sepenuhnya kepada tim," ujar arsitek berusia 68 tahun itu.

Ancaman Dzyuba

Perempat finalis Euro 2012 itu tampak lebih diunggulkan untuk tiga poin pertama mereka.

Apalagi, gelandang tengah andalan Rusia, Alan Dzagoev dan Igor Denisov, batal tampil di Euro 2016 karena cedera.

Bek Inggris, Chris Smalling, pun mengungkapkan tinggal penyerang andalan Sbornaya--julukan Rusia--Artem Dzyuba, yang patut diwaspadai.

Penyerang Zenit Saint Petersburg setinggi 196 sentimeter itu mencetak 9 gol dalam 18 pertandingan bagi skuat Leonid Slutsky.

"Dua bek tengah kami harus secara fisik dan agresif menghadang dirinya," katanya.

Dzyuba pun sudah tak sabar menjajal kekuatan Inggris.

Baginya, justru merupakan berkah bahwa timnya langsung berhadapan dengan tim yang paling diunggulkan untuk lolos dari fase grup sehingga mereka bisa langsung mengeset standar permainan di Euro 2016.

"Sejak menit pertama, kami akan langsung merasakan atmosfer Euro 2016 dan mengetahui tim mana yang harus kami singkirkan," ujarnya.

Penyerang berusia 27 tahun itu tak ingin Rusia kembali tersingkir di fase grup seperti di Piala Dunia 2014.

Kala itu ia belum dipanggil ke timnas.

(AFP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya