Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGA perdana bukan hal yang mudah untuk dilalui, bahkan bagi tim-tim unggulan.
Inggris yang kali ini lebih diunggulkan saat menghadapi Rusia harus mampu melepaskan beban. Mereka harus menang.
Tampil lepas bakal membuat Inggris berpeluang besar menangguk kemenangan.
Hanya, pentas Piala Eropa 2016 kali ini menjadi barang baru bagi sebagian besar pemain Inggris.
Pemain yang belum banyak pengalaman tampil di kancah internasional bisa menjadi kendala tersendiri.
Karena itu, kapten Wayne Rooney tidak hanya berperan sebagai motor serangan. Dia juga harus menularkan ketenangan kepada seluruh tim agar mencapai hasil maksimal.
Inggris dinilai memiliki jajaran pemain yang lengkap saat menghadapi Rusia.
Ketajaman mereka miliki dengan duet Jamie Vardy dan Harry Kane.
Ini bakal menyulitkan lini belakang Rusia dengan empat bek sejajar serta kiper Igor Akinfeev.
Di kubu Rusia, pemilihan pelatih Leonid Slutsky untuk mengambil pemain-pemain CSKA Moskow sebagai kekuatan inti membuat permainan lebih padu.
Rusia memang bakal mengandalkan kekompakan untuk meredam serbuan Inggris.
Namun, Rusia bisa memukul balik dengan serangan yang lebih mengandalkan kecepatan dari sisi pinggir lapangan.
Duo Artem Dzyuba dan Fedor Smolov harus diwaspadai jajaran lini belakang Inggris yang dikomandani Gary Cahill.
Di pertandingan lain, Swiss cukup pantas diunggulkan atas Albania.
Dua penggerak serangan Swiss Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri bakal mendominasi sepanjang 90 menit pertandingan.
Di beberapa bursa, Swiss diunggulkan dua kali lipat ketimbang Albania.
Swiss dimungkinkan menang dengan lebih dari satu gol.
Albania yang diasuh Gianni de Biasi asal Italia punya pertahanan yang bisa diandalkan.
Kapten Lorik Cana menjadi tumpuan di lini tengah untuk meredam pergerakan aktif gelandang serang Swiss.
Sementara itu, pertandingan antara Wales dan Slovakia lebih berimbang.
Wales mengandalkan Gareth Bale yang beroperasi dari pinggir lapangan dengan dukungan Aaron Ramsey.
Di kubu Slovakia, pelatih Jan Kozak memiliki pilar pertahanan berkelas di sosok Martin Skrtel.
Serbuan serangan Slovakia disandarkan pada pergerakan Marek Hamsik untuk membongkar lini belakang Wales.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved