Skema Hodgson Tuai Kritik Pedas

Satria Sakti Utama
04/6/2016 03:00
Skema Hodgson Tuai Kritik Pedas
(AP/FRANK AUGSTEIN)

KRITIK pedas membanjiri tim nasional Inggris seusai melakoni laga uji coba kontra Portugal di Stadion Wembley, Jumat (3/6). Meski the Three Lions meraih kemenangan tipis 1-0, skema yang diturunkan pelatih Roy Hodgson dinilai tidak efektif. Pelatih berusia 68 tahun itu memang mencoba memodifikasi tam-pilan lini depannya dengan menurunkan Harry Kane, Jamie Vardy, dan Wayne Rooney secara bersamaan. Namun, percobaan tersebut tak berjalan sesuai rencana. Kane dan Vardy terlihat lebih sibuk bermain menyamping untuk membuka peluang ketimbang mencetak gol. Di sisi lain, suplai umpan matang ke depan sulit didapat karena minimnya kreativitas di lini tengah yang digalang Dele Alli, Eric Dier, dan James Milner. Meski mendapat kritik, Hodgson berkilah skema itu sudah berjalan sesuai dengan keinginannya. "Kami memang memainkan sistem striker melebar. Memang ada momen saat Vardy dan Kane terlalu lebar, tapi pada dasarnya memang seperti itu tugas mereka," kata Hodgson.

Inggris sejatinya memiliki modal untuk meraih kemenangan besar setelah dikeluarkannya bek Portugal Bruno Alves di menit ke-35. Apalagi, Selecao das Quinas memang tidak bermain dengan Cristiano Ronaldo sejak awal. Meski demikian, mereka baru mulai menggeliat di paruh kedua setelah dimasukkannya pemain sayap Raheem Sterling. Skuat 'Tiga Singa' tetap saja harus menunggu hingga 4 menit menjelang laga usai hanya untuk memecah kebuntuan. Itu pun berkat sundulan bek asal Manchester United Chris Smalling.

Mencoba bangkit
Malam nanti, giliran Jerman yang akan melakoni uji coba kontra Hongaria di Veltins-Arena, Gelsenkirchen. Langkah skuat Joachim Loew menjelang pembukaan Piala Eropa 2016 sedikit tersendat setelah menderita tiga kekalahan dalam empat laga uji coba. "Kami tentu sangat termotivasi dan ingin mencapai langkah terjauh di Euro 2016. Kami punya semangat yang luar biasa. Jadi, tidak seha-rusnya kami bermasalah dengan motivasi," ujar penyerang Jerman Thomas Muller. Sebelumnya, Der Panzer julukan timnas Jerman hanya menang atas Italia 4-1 pada 30 Maret lalu.

Namun, tiga laga lainnya berakhir tragis. Mereka ditekuk Prancis, Inggris, dan terakhir kalah mengejutkan dari Slovakia pada Minggu (29/5) lalu. Tuan rumah Prancis pun bakal menjalani uji coba terakhir kontra Skotlandia di Stade Saint-Symphorien, Longeville-les-Metz, Prancis. Pelatih Didier Deschamps ingin menjadikan laga itu sebagai penentu komposisi intinya. Gelandang Morgan Schneiderlin yang baru saja bergabung dengan tim pada pekan ini diproyeksi menggantikan posisi Lassana Diarra yang harus dipulangkan akibat cedera. Ia akan bersaing dengan N'Golo Kante, Yohan Cabaye, dan Moussa Sissoko. (AFP/AP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya