Menanti Sihir Ibracadabra

(AFP/Rul/R-4)
03/6/2016 02:30
Menanti Sihir Ibracadabra
(AFP PHOTO / JONATHAN NACKSTRAND)

ZLATAN Ibrahimovic memang belum pernah meraih penghargaan FIFA Ballon D'Or. Namun, kehebat-annya sudah diakui dunia. Terbukti, pemain didikan Ajax Amsterdam itu meraih gelar di empat liga berbeda, yaitu Eredivisie (Ajax), Seri A (Juventus, Inter Milan, AC Milan), La Liga (Barcelona), dan Ligue 1 (Paris Saint-Germain). "Dia adalah pemain terbaik dunia melebihi (Cristiano) Ronaldo," puji pelatih Manchester United Jose Mourinho. Tak mengherankan jika penyerang berusia 34 tahun itu juga diandalkan sebagai senjata ampuh tim nasional Swedia pada Euro 2016 ini. Menjadi kapten Blagult sejak 2008, Ibracadabra--julukan Ibra--pun siap menyihir Eropa dengan permainan apiknya.

"Satu hal yang pasti, kompetisi besar tanpa saya tidak layak untuk ditonton," ujarnya. Meski kerap terkesan jemawa, Ibra juga sempat dihinggapi rasa frustrasi saat mengundurkan diri sebagai kapten timnas ketika Swe-dia gagal lolos ke Piala Dunia 2014. Namun, pelatih the Blue-Yellow Erik Hamren memberinya kesempatan kedua. "Saya ingin dia bertanggung jawab terhadap tim untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya dan saya katakan dia telah melakukannya dengan fantastis," ujar Hamren kepada FIFA.com. Ibra pun tak sabar untuk berlaga di Prancis, negara yang dianggapnya sebagai rumah kedua.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya