Keinginan Mundur La Nyalla Dinilai Terlambat

Satria Sakti Utama
01/6/2016 19:59
Keinginan Mundur La Nyalla Dinilai Terlambat
(MI/Susanto)

KEINGINAN La Nyalla Mattalitti mundur dari kursi Ketua Umum PSSI mulai bergaung ditengah kabar tertangkapnya pengusaha asal Surabaya pada Selasa (31/5). Secara terbuka Ketua Komite Ad hoc reformasi PSSI Agum Gumelar menyampaikan keinginan La Nyalla tersebut.

"Beliau sudah menyatakan bahwa ia ingin mengundurkan diri. Pernyataan itu diucapkan beliau kepada saya selama berada di Singapura lalu," ujar Agum.

Akan tetapi, kesiapan La Nyalla menanggalkan jabatan saat ini dinilai sudah sangat terlambat oleh sejumlah pihak. Manajer Umum Persib Bandung Umuh Muchtar menilai apabila keputusan tersebut sudah diambil sejak jauh-jauh hari maka penyelesaian masalah sepak bola nasional tidak akan berlarut-larut.

Meski begitu, pengusaha Manufaktur asal Bandung ini mengaku prihatin dengan kondisi yang kini menimpa La Nyalla saat ini. "Sebetulnya terlambat kalau dari awal mundur tidak akan terlalu banyak masalaah sperti ini, seharusnya fokus dengan masalahanya dan mudnur saja. kalau seperti itu kan mungkin sekarang sudah beres. Tapi saya turut prihatin juga," sebut Umuh, Rabu (1/6)

Pernyataan mundur La Nyalla ini menjadi momen yang tepat untuk menyegerakan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB). Umuh pun mengaku memiliki rencana akan mengumpulkan seluruh anggota kelompok 85 yang berjumlah 92 voters kembali dalam waktu dekat untuk mempercepat proses verifikasi yang saat ini digalakkan oleh PSSI.

"Betul, harus segera kongres. Kita akan adakan pertemuan lagi dan teman-teman 85 akan dikumpulkan untuk bertemu langsung dengan PSSI. Jadi kalau mau diperiksa sekalian saja. Jadi tidak usah dipanggil lima-lima atau sepuluh-sepuluh seperti sekarang, itu sepertinya malah akan menghambat jalannya KLB," imbuh Umuh.

Pengamat sepak bola Tony Apriantono juga mengungkapkan pernyataan mundur La Nyalla seperti yang disampaikan Agum sudah kedaluarsa. Ia menyebut keputusan tersebut diambil karena penguasa asal Surabaya sudah dalam kondisi terjepit sehingga tidak ada jalan keluar lainnya yang dapat diambil saat ini.

Ia juga menyoroti pernyataan Agum yang sudah mengetahui rencana mundurnya sejak masih dalam status DPO (Daftar Pencarian Orang).

"Keputusan La Nyalla memang terlambat tapi yang menyimpan informasi mundurnya La Nyalla sejak di Singapura juga salah. Sudah terjepit baru disampaikan untuk bisa menarik simpati. Kalau sudah ada rencana mengundurkan diri sejak awal kan segera bisa dilakukan penyelesaian sejak awal," jelas Tommy. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya