Operator Kompetisi Didorong Gandeng Kepolisian

Sat/R-1
31/5/2016 05:11
Operator Kompetisi Didorong Gandeng Kepolisian
(ANTARA/M Risyal Hidayat)

KERIBUTAN yang kembali mewarnai sepak bola Indonesia pada beberapa pekan terakhir ini membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera mengambil tindakan nyata.

Kementerian yang dipimpin Imam Nahrawi tersebut berencana untuk mendorong memorandum of understanding (MoU) antara operator PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) dan pihak kepolisian.

Hal itu untuk memperkuat sistem pengamanan pertandingan di dalam maupun di luar stadion.

Sebelumnya serentetan tindak kekerasan dan bentrokan antarsuporter terjadi dalam waktu berdekatan.

Kematian suporter Persija Jakarta Muhammad Fahreza, Minggu (15/5), menjadi awal.

Sepekan kemudian, korban jatuh lagi karena bentrokan di Sleman, diikuti keributan antara suporter Persegres Gresik United dan PS TNI.

"Kami dipanggil untuk menyampaikan perkembangan kompetisi. Kasusnya ialah pengelolaan pertandingan dan suporter. Ini menjadi perhatian kita semua. Tero-bosan yang dimintakan GTS akan mengikat perjanjian dalam isu keamanan dan akan dijalankan dalam 1-2 minggu ini," ujar Direktur Umum PT GTS Joko Driyono di Kantor Kemenpora, Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Komisi Disiplin (Komdis) PT GTS akan segera mengambil sikap tegas atas keributan yang melibatkan suporter Persegres Gresik United dan PS TNI.

Menurut Direktur Regulasi dan Kompetisi PT GTS, Ratu Tisha, sanksi kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab diharapkan dapat segera dijatuhkan dalam sidang kedua, hari ini.

Sementara itu, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto meminta sepak bola Indonesia memiliki pihak keamanan khusus layaknya Liga Primer Inggris.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya