Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK dimungkiri, dalam beberapa tahun terakhir, banyak pemain asal Belgia yang merumput di liga-liga utama Eropa.
Hebatnya lagi, sebagian besar dari mereka bukan sekadar pemain pelengkap, melainkan pilar utama klub masing-masing.
Tidak berlebihan jika saat ini disebut sebagai masa keemasan sepak bola Belgia.
Dengan kondisi itu, tidak mengherankan jika sebagian orang mulai menjagokan 'Setan Merah'--julukan Belgia--di putaran final Piala Eropa 2016 di Prancis nanti.
Menurut mereka, inilah kesempatan bagi Belgia untuk meraih trofi di turnamen mayor.
Apalagi, sejak menjadi runner-up pada 1980 silam, 'Setan Merah' seperti tertidur panjang.
Mereka bahkan sempat absen di hajatan 'Benua Biru' itu selama tiga periode, yakni 2004, 2008, dan 2012.
Jika dilihat dari perjalanan tim besutan Marc Wilmots itu sampai ke Prancis, tidak berlebihan memang jika Vincent Kompany dkk kini masuk jajaran tim favorit.
Torehan peringkat kedua di bawah Argentina dengan 1.364 poin di Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk pertama kalinya dalam sejarah menjadi bukti 'Setan Merah' telah bangkit dengan amunisi yang mengerikan.
Beberapa bintang mereka, seperti gelandang Manchester City Kevin de Bruyne atau penyerang Chelsea Eden Hazard hanyalah contoh dari talenta yang dimiliki Belgia.
Keduanya sama-sama mencetak gol terbanyak bagi skuat Belgia dengan torehan 5 gol, selisih 2 dari pencetak skor terbanyak babak kualifikasi Grup B, Edin Dzeko (Bosnia Herzegovina), dan Gareth Bale (Wales).
Berkat keduanya, Belgia kukuh di puncak klasemen sementara Grup B dengan 23 poin dan berhak berangkat ke Prancis.
Namun, bahan-bahan berkualitas tidak akan berhasil tanpa racikan pramusaji terbaik mereka, Marc Wilmots.
Di bawah asuhan Juergen Klopp versi Belgia yang bergabung sejak Mei 2012 silam, 'Setan Merah' menjelma menjadi raksasa baru yang tidak bisa dianggap enteng.
Diables Rouges mencapai perempat final pertama pada Piala Dunia 2014 yang belum pernah mereka dapatkan sejak mencapai posisi empat Piala Dunia 1986 silam.
Dengan asuhan Wilmots, 'Setan Merah' juga mampu melewati rintangan pertama mereka di Piala Eropa musim ini.
Wilmots pun sangat memercayai para pemainnya meskipun masih timbul pertanyaan besar apakah mereka memang mampu mencapai tingkat teratas kasta tertinggi turnamen di 'Benua Biru' tersebut atau tidak.
"Saya bukanlah seorang pemimpi. Ada banyak orang yang menaruh harapan besar pada Belgia. Saya melihat kami tiga tahun yang lalu dan apa yang kami capai sejak saat itu," ujar Wilmots.
Target ke final
Setelah melihat performa timnya yang terus menanjak hingga saat ini, Wilmots berani memasang target tinggi.
Tidak tanggung-tanggung, target melaju ke final dicanangkan Wilmots untuk timnya.
Ia pun sesumbar skuatnya termasuk lima hingga enam tim terkuat di Eropa.
Ambisi 'Setan Merah' yang demikian besar dipercaya Wilmots tidak akan menjadi beban.
Sebaliknya, dia meyakini target itu dapat membuat mereka mencapai tujuan utama, yaitu gelar juara Eropa musim ini.
"Meskipun tim kami masih sangat muda, kami ingin mencicipi kesuksesan dan itu termasuk pelatih! Ketika kami menuju Piala Eropa 2016 dengan rasa percaya diri yang tinggi, kami juga tahu bahwa apa pun bisa terjadi di sebuah turnamen," pungkasnya.
(Berbagai sumber/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved