Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK absen di Piala Eropa 2000, Belgia kini bertumbuh menjadi salah satu tim papan atas Eropa.
Tim yang diperkuat sejumlah bintang di klub-klub Eropa itu kini bahkan menjadi salah satim favorit di putaran final Piala Eropa 2016 di Prancis.
Salah satu bintang 'Setan Merah' yang kini mencuat ialah Kevin De Bruyne.
Pemain Manchester City itu memang terus berkembang menjadi pemain bintang Belgia U-19, U-21 hingga bergabung di skuat senior pada 11 Agustus 2010.
Gelandang berusia 24 tahun itu bahkan turut andil dalam membawa timnya menuju perempat final Piala Dunia 2014 di Brasil.
Kala itu, 'Setan Merah' kalah tipis 0-1 dari Argentina.
Penampilan memukau De bruyne tidak hanya sampai di situ.
De Bruyne juga turut andil membawa Belgia lolos kualifikasi Piala Eropa 2016 yang belum pernah mereka dapatkan sejak 16 tahun terakhir.
Tidak berlebihan jika dia menjadi salah satu senjata andalan Marc Wilmots untuk mengantarkan tim besutannya menjadi kampiun di Prancis nanti.
Soal harapan rakyat Belgia yang begitu besar terhadap timnas, De Bruyne tidak menganggap itu sebagai sebuah beban, sebaliknya sebagai motivasi.
Dia percaya dengan potensi yang mereka miliki, Belgia bisa berbicara banyak di Prancis nanti.
"Tentu saja, harapan mereka itu bukan untuk saya seorang, tapi untuk seluruh tim. Jadi saya tidak perlu merasa terbebani. Meski begitu, saya akan berbuat sebaik-baiknya," cetus pemain kelahiran Drongen, Belgia, tersebut.
Potensi dan kemampuan sang gelandang itu memang sudah tidak diragukan.
Tidak kurang, mantan arsitek Manchester City, Manuel Pellegrini pun tertarik untuk memboyongnya dari Wolfsburg pada Agustus tahun lalu.
"Kami membutuhkan pemain sepak bola yang spesial untuk meningkatkan performa skuat kami dan saya tidak meragukan Kevin sebagai salah satu di antaranya. Dia memiliki semua atribut yang dibutuhkan tim, seperti mental, fisik, taktik, dan teknik," ujar Pellegrini.
Memang, sebagaimana banyak pemain lainnya, karier De Bruyne juga tidak bisa dibilang selalu mulus.
Saat bergabung dengan Chelsea pada 2012-2014, ia seperti tidak terurus.
Akhirnya, ia dipinjamkan ke klub Bundesliga, Werder Bremen, pada 2012-2013.
De Bruyne lantas kembali mengalami masa-masa sengsaranya selama enam bulan di bawah asuhan Jose Mourinho.
Kala itu, De Bruyne lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan dan hanya berlaga di sembilan pertandingan.
Hal itu membuat dia tidak betah dan lantas hijrah ke Wolfsburg.
Baru pada periode keduanya di klub Jerman itu, De Bruyne bersinar.
Ia sukses membawa Wolfsburg menjadi runner-up Bundesliga di belakang Bayern Muenchen.
"Dia merupakan pemain yang sempurna ketika kalian melihat transisinya dari defence menuju offence. Dia memiliki tingkat antisipasi yang fantastis di ruang yang kosong dan lawan pun merasa sulit untuk bertahan saat melawannya," ujar Dieter Hecking, pelatihnya saat di Wolfsburg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved