Menpora Akan Evaluasi Operator ISC 2016

(Sat/R-4)
30/5/2016 03:00
Menpora Akan Evaluasi Operator ISC 2016
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

INDONESIA Soccer Championship (ISC) 2016 yang digadang-gadang menjadi bibit turnamen sepak bola profesional Indonesia nyatanya belum juga terlepas dari penyakit lama. Indonesia kembali berduka setelah sejumlah kerusuhan dan bentrokan antarsuporter memunculkan korban jiwa dalam waktu yang hampir bersamaan. Belum kering tanah di liang lahad suporter Persija Jakarta, Muhammad Fahreza, Minggu (15/5) lalu, sepekan kemudian korban baru jatuh lagi di Sleman dan ditutup kerusuhan berdarah antarsuporter Persegres Gresik United kontra PS TNI. Deretan kekekerasan itu pun mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk segera mengevaluasi PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) selaku operator.

Dijadwalkan, hari ini PT GTS akan dipanggil ke Kemenpora untuk bertemu langsung dengan Menpora Imam Nahrawi. "Masih membahas soal kerusuhan kemarin, misalnya kerusuhan di Gresik. Tetapi, masih ada juga kejadian di Jakarta dan Sleman yang juga menjadi perhatian kita. Nanti kita evaluasi itu," ujar Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto saat ditemui di Jakarta, Minggu (19/5). Meski bakal dievaluasi, turnamen yang disponsori Torabika itu tetap bergulir, Minggu (29/5).

Sriwijaya FC gagal mencuri puncak klasemen ISC 2016 dari tangan Arema Cronus setelah ditahan imbang oleh Mitra Kukar 0-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin, sehingga kedua tim sama-sama meraih sembilan poin dari lima laga.
Raihan serupa juga diraih tuan rumah PS TNI saat menjamu tamu mereka, PSM Makassar, di Stadion Pakansari, Bogor, .
Minggu (19/5). Kedua tim bermain imbang 1-1. PS TNI unggul terlebih dahulu melalui Tambun Naibaho di menit 36 sebelum akhirnya disetarakan di paruh kedua oleh Rasyid Bakri.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya